Inovasi Pegadaian yang Merangkul Banyak Aspek
- 22 Jul 2025 14:22 WIB
- Padang
KBRN, Padang: Pengamat Lingkungan dari Universitas Bung Hatta (UBH), Dr. Haryani mendukung program bank sampah, kerjasama dengan Pegadaian. Menurutnya, sejak beroperasinya bank sampah di daerah-daerah, keberadaan sampah yang tertumpuk di jalan-jalan dan akses umumnya mulai berkurang.
“Apalagi dengan digulirkannya program Meng-Emaskan Sampah untuk Indonesia oleh Pegadaian. Otomatis antusias masyarakat memilah sampah terus terpacu yang secara tidak langsung berimbas pada upaya peningkatan kulaitas lingkungan,’ ujar Haryani kepada RRI. Senin, (30/6/2025).
Peran BUMN selevel Pegadaian dalam hal ini cukup besar dalam upaya tata kelola lingkungan. Haryani menilai, inovasi yang digulirkan perusahaan merangkul banyak kepentingan. Tidak saja ditujukan pada aspek lingkungan, namun juga ekonomi masyarakat di daerah setempat.
Lebih lanjut dikatakan, penanganan masalah lingkungan tidak semata mengandalkan program yang digulirkan pemerintah. Masyarakat juga harus kreatif dan melakukan hal-hal baru benilai positif, salah satunya ikut berperan secara aktif dalam upaya tata kelola lingkungan.
“Pada umumnya masyarakat sudah teredukasi. Boleh dibuktikan dari upaya pemilahan sampah plastik yang dilakukan di lingkup rumah tangga. Jarang kita melihat sampah-sampah plastik yang menumpuk di tempat-tempat sampah. Kondisi demikian, gambaran kesadaran masyarakat yang mulai terpacu ikut dalam pemeliharaan lingkungan di samping mendapatkan nilai ekonomi dari kegiatan positif tersebut,’ paparnya.
Ia mengapresiasi upaya Pegadaian melalui program TJSL yang nyata-nyata berpengaruh luas terhadap aspek tertentu. Pentingnya upaya kolaborasi dalam mendukung sebuah program, layaknya kolaborasi Pegadaian dengan bank sampah di daerah.
Revi, ibu rumah tangga yang ditemui RRI di lokasi Bank Sampah Pancadaya Kota Padang menyatakan, usaha pilah sampah yang diterapkan di lingkungan rumah tangga sudah berjalan hampir setahun.
Sampah plastik yang dipilahnya dijemput petugas bank sampah. Tanpa disadari, sampah yang semula dianggap tidak memberi manfaat, justeru menghasilkan nilai ekonomi dalam bentuk tabungan emas.
“Tanpa disadari hasilnya lumayan juga dan apa yang saya lakukan ini, nyatanya dicontoh oleh tetangga. Terakhir, ibu-ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan sekitar punya komitmen menjaga lingkungan dari sampah demi mendapatkan berkah berupa rupiah yang selanjutnya dikumpulkan dalam buku tabungan emas,” paparnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....