Didesak Kebutuhan Pendidikan di Pertengahan Tahun, Pegadaian Solusinya
- 23 Jun 2025 08:58 WIB
- Padang
KBRN, Padang: Memasuki pertengahan tahun Juni 2025, kebutuhan masyarakat ototmatis meningkat terutama dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Pada momen tersebut, masyarakat didesak kebutuhan sekolah anak dan biaya pendidikan lainnya. Dalam situasi demikian, masyarakat yang memiliki perhiasan atau tabungan dalam bentuk emas, akan menjual asetnya demi memenuhi kebutuhan pendidikan buah hati.
Deputi Bisnis Pegadaian Area Padang, Heru Susanto mengatakan, masyarakat harus berpikir bijak. Pemenuhan kebutuhan pendidikan anak adalah sebuah keharusan, namun bukan berarti telodor atau terburu-buru dalam mengambil keputusan.
“Pegadaian merupakan wadah yang tepat dalam menyelesaikan masalah keuangan dan pembiayaan lainnya. Dengan menggadai, otomatis masih ada harapan bagi nasabah untuk mendapatkan emasnya dengan cara menebus kembali emas yang digadai. Berbeda jika masyarakat menjualnya langsung ke toko. Kemungkinan untuk membeli kembali dirasa sulit,” ujarnya, Rabu, (28/5/2025).
Pada situasi sulit tersebut, Pegadaian menawarkan alternatif bagi nasabah untuk mereka bisa mendapatkan sumber pembiayaan dengan status barang gadai bisa ditebus kembali. Nasabah terhindar dari pemotongan harga jual emas dalam jumlah besar, per emasnya kadang mencapai dua hingga tiga ratus ribu rupiah.
Hal tersebut dibenarkan nasabah Pegadaian Area Padang, Anita. Saat ditemui RRI, ia sedang melakukan transaksi gadai emas dengan petugas. Ia kemudian menceritakan pengalaman pahitnya saat menjual kalung emas miliknya ke salah satu toko emas di Pasar Raya.
“Saya teringat kejadian silam yang membuat saya menyesal menjual emas di toko tersebut. Padahal toko itu adalah toko emas langganan saya, namun saya kecewa dengan pemotongan harga jual yang mencekik dan merugikan pembeli,” papar Anita.
Hal senada diungkapkan Prof Yasri, Pengamat Ekonomi Universitas Negeri Padang (UNP). Saat dikonfirmasi RRI, Prof Yasri menuturkan, emas adalah investasi jangka panjang yang terbilang aman. Namun jika pengelolaan aset tidak dilakukan secara bijak dan matang, resiko merugi kapan saja bisa mengincar pemilik aset.
Oleh sebab itu, Prof Yasri dalam berbagai kesempatan mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam berinvestasi, termasuk saat membeli emas, harus dipastikan emas yang dibeli bukan emas palsu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....