Proses Pembuatan Batu Gilingan Cabe Secara Manual

  • 30 Des 2024 17:30 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang : Batu Gilingan Cabai merupakan perkakas dapur yang akan selalu dibutuhkan oleh setiap rumah tangga. Fungsinya untuk menghaluskan cabai atau bahan-bahan memasak lainnya yang perlu dihaluskan.

Batu giling ini biasanya terdiri dari 2 batu, yaitu batu landasan berukuran besar, lebar, dan mencekung ke dalam, kemudian batu berbentuk bulat dengan ukuran yang lebih kecil sebagai penggilingnya. Batu yang ukurannya lebih besar berfungsi sebagai tempat penggilingan, sementara yang ukurannya kecil berfungsi untuk penghancur dan penggiling.

Meski untuk pembuatan batu giling ini merupakan keahlian yang tidak dimiliki oleh semua orang, namun proses pembuatan batu giling ini menarik untuk diketahui. Berikut proses pembuatan batu giling cabai.

a. Pengecekan Peralatan

Peralatan untuk pembuatan batu gilingan cabai terdiri dari martil besar, martil kecil, pahat runcing dan pahat pipih yang terbuat dari besi. Jika pahatnya tumpul berarti perlu diasah lagi dengan cara dibakar dengan api pada tungku khusus lalu di sepuh, setelah itu baru dilanjutkan dengan langkah berikutnya.

b. Pemilihan Batu
Batu giling yang terlihat sangat halus itu sebenarnya berasal dari bongkahan batu-batu besar. Batu ini dipilih berdasarkan kondisi-kondisi tertentu.
Batu ini biasanya didapatkan di sungai atau di perbukitan dan diambil oleh pengrajin menggunakan alat khusus.

c. Pemecahan
Setelah selesai mendapatkan batu yang akan di jadikan batu giling, berikutnya para pengrajin akan menentukan pola dari batu besar tersebut. Lalu di pecahkan menjadi lebih kecil yang akhirnya nanti di poles kembali untuk membuat batu giling tersebut.

d. Pemahatan
Bahan batu giling yang telah selesai di pecahkan dari bongkahan-bongkahan batu yang besar. Kemudian akan langsung di pahat dan di bentuk menjadi batu giling, dalam proses ini bahan batu giling sudah berbentuk namun tentu belum halus.

e. Penurunan Dari Bukit
Setelah selesai dipahat dan telah dibentuk sesuai model yang diinginkan, maka langkah berikutnya batu tersebut diturunkan dari bukit atau dari sungai asalnya, untuk selanjutnya akan dilakukan penghalusan.

f. Penghalusan
Bahan batu giling yang telah berbentuk pola tadi, kemudian dihaluskan oleh para pengrajin menggunakan pahat dimana mata dari pahat itu telah ditipiskan yang namanya pahat pipih. Biasanya tidak membutuhkan waktu yang lama hingga akhirnya menjadi batu giling karena bahannya sudah dibentuk secara kasar terlebih dahulu.

g. Penjualan
Setelah semua selasai dan telah menjadi batu giling yang sempurna, langkah terakhir tentu adalah penjualan dimana pengrajin batu gilingan tersebut tinggal antar ke pengepul batu gilingan cabai agar bisa langsung mendapatkan bayaran batu yang dibuatnya. Dan barulah pengepul yang memasarkan ke pasar pasar yang menjual alat alat rumah tangga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....