Secercah Harapan Lahir dari Kerja Keras Prajurit Kodam XX/TIB

  • 31 Agt 2026 21:29 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Bagi 150 Kepala Keluarga (KK) di Nagari Balah Hilia, Lubuk Alung, air bersih sempat berubah dari kebutuhan dasar menjadi barang yang langka. Bencana banjir bandang di penghujung November 2025 telah memutus total jaringan pipa PDAM.

Untuk bertahan hidup, warga terpaksa menggunakan air sumur galian yang keruh dan berwarna cokelat tanah. Di tengah situasi sulit, secercah harapan hadir lewat kerja keras prajurit Kodam XX/TIB yang membangun sumur bor pada 4 titik lokasi strategis guna memulihkan akses air bersih masyarakat.

Hal itu diungkapkan Walinagari Balah Hilia, Rahman Hidayat kepada RRI, Minggu, 30 Agustus 2026. Dikatakan, rasa haru dan lega disampaikan warga atas hadirnya bantuan tersebut setelah berbulan-bulan lamanya mengkosumsi air dengan kualitas tidka layak.

Air bersih ini benar-benar dbutuhkan warga saat ini. Sejak banjir bandang akhir November lalu, pipa PDAM rusak total. Selama berbulan-bulan warga kami bertahan hidup dengan air sumur galian yang warnanya cokelat dan keruh. Sungguh tidak layak," ungkap Rahman Hidayat.

Rahman menjelaskan, pembangunan 4 titik sumur bor oleh prajurit TNI menjawab kepasrahan 150 KK terdampak. Kini air jernih kembali mengalir. Bantuan ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi benar-benar menyelamatkan kesehatan dan mengembalikan senyum warga Balah Hilia.

Gemericik air jernih yang keluar dari sumur bor garapan prajurit TNI tidak hanya membasuh dahaga warga, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan dan harapan baru bagi masyarakat Balah Hilia pascabencana di penghujung November 2025.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....