Jembatan Garuda, Program Unggulan Kasad yang Menembus Ruang Isolasi Padang Sago
- 28 Agt 2026 13:28 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Senyum sumringah kembali terpancar dari wajah warga Nagari Nago Baraliah, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman seiring dengan telah dirampungkannya pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih. Jembatan itu kini berdiri kokoh, menyambung kembali urat nadi kehidupan dan perekonomian warga setempat.
Kepada RRI, Jumat 28 Agustus 2026, Panglima Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB), Mayjen TNI Arif Gajah Mada menyatakan, peninjauan Jembatan Garuda Merah Putih tersebut bagian dari pengawalan program pembangunan 134 Jembatan Garuda di wilayah hukum Kodam XX/TIB.
"Dari total 134 unit jembatan, 127 jembatan sudah selesai 100 persen dan 7 unit sisanya masih dalam tahap pengerjaan," ujar Mayjen TNI Arif Gajah Mada di sela-sela peninjauannya.
Jembatan Garuda Merah Putih di Nagari Nago Baraliah dibangun dalam kurun waktu dua bulan, mulai akhir Januari hingga selesainya Maret 2026. Hingga kini, jembatan tersebut telah dimanfaatkan secara optimal oleh warga dalam lima bulan terakhir.
Pangdam XX/TIB menekankan, jembatan ini lahir dari wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Pembangunan berjalan cepat, diduukng kolaborasi erat antara prajurit Kodam XX/TIB dan semangat gotong royong masyarakat lokal.
"Penerima manfaat utamanya adalah masyarakat daerah, anak-anak sekolah dan petani daerah. Saya berharap jembatan ini dapat terus dirawat bersama agar manfaatnya bertahan lama untuk menopang berbagai kebutuhan hidup warga," ujar Pangdam XX/TIB.

Sementara itu, Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmat Hidayat menyampaikan apresiasinya untuk gerak cepat Kodam XX/TIB. Menurut Rahmat, wilayahnya sempat terpukul parah akibat bencana hidrometeorologi pada penghujung tahun 2025 yang menghancurkan sekitar 60 jembatan, baik skala besar maupun kecil.
"Jembatan Garuda Merah Putih ini adalah jawaban atas keterisolasian kami. Bencana sempat memutus akses antar nagari. Berkat bantuan Kodam XX/TIB dan jajaran, kini mobilitas warga kembali normal," tutur Rahmat Hidayat.
Tercatat sebanyak 1.154 warga Nagari Nago Baraliah kini merasakan langsung dampak keberadaan jembatan tersebut. Akses yang kembali terbuka memulihkan denyut ekonomi dan pendidikan yang sempat terhenti.
Dampak kemanusiaan ini dirasakan langsung oleh Buyung (48), petani papaya di kenagarian setempat. Sebelum jembatan dibangun, ia harus memutar jalan jauh dengan risiko tinggi untuk menjual hasil panennya.
"Dulu waktu jembatan ini putus, kami seperti terisolasi. Hasil tani susah dibawa ke pasar, biaya angkut jadi mahal. Sekarang alhamdulillah, kami bisa leluasa memasarkan hasil panen. Anak-anak juga tidak takut lagi menyeberang untuk pergi ke sekolah.," ungkap Buyung optimis.
Kehadiran Jembatan Garuda Merah Putih bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan simbol kebangkitan dan harapan baru bagi masyarakat Padang Pariaman untuk melangkah maju pasca-bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....