Deru Pembangunan TNI AD Menyapa Sanubari Warga di Bumi Sikerei
- 11 Jun 2026 20:40 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Mentawai tidak pernah kehilangan pesonanya, namun di balik deburan ombaknya yang mendunia, ada denyut nadi kehidupan warga yang terus berjuang melintasi keterbatasan infrastruktur. Di tengah bentangan alam Kabupaten Kepulauan Mentawai itulah, komitmen TNI Angkatan Darat hadir bukan lagi sebagai slogan, namun ibarat ketukan pintu rumah yang membawa harapan baru.
Kamis, 11 Juni 2026 di Kecamatan Sipora Selatan menjadi saksi langkah kaki Wakil Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Wadan Pusterad), Mayjen TNI Agus Prangarso. Memasuki hari kedua kunjungan kerja ke Bumi Sikerei, jenderal bintang dua ini memilih menepis jarak, berjalan menyusuri jalanan tanah dan melihat langsung keringat para prajurit yang sedang bahu-bantuan bersama warga dalam program Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat.
Bagi Mayjen TNI Agus Prangarso, peninjauan ini bukan sekadar urusan memeriksa dokumen atau memantau persentase angka kesiapan fisik. Ini adalah tentang memastikan bahwa kehadiran negara, melalui seragam loreng TNI, benar-benar menyentuh kebutuhan paling mendasar di hati masyarakat terluar.
Rumah yang Tak Lagi Bocor, Air yang Tak Lagi Jauh
Langkah rombongan pertama kali tertuju ke Desa Sioban. Di sana, dinding-dinding papan yang lapuk dan atap seng yang kerap bocor milik Bapak Joslan, Bapak Hilarius, Bapak Darlius, dan Bapak Tiberius, kini tengah bersolek. Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) mereka sedang ditransformasikan menjadi hunian yang kokoh dan bermartabat.
Saat berdialog di teras rumah yang sedang direnovasi, atmosfer kehangatan begitu terasa. Tidak ada sekat antara sang jenderal dan pemilik rumah; yang ada hanyalah senyum simpul dan jabat tangan erat penuh rasa syukur.
"Karya Bakti ini bukan sekadar membangun dinding beton atau memasang atap baru. Ini adalah tentang menghadirkan kenyamanan dan ketenteraman bagi sebuah keluarga untuk merajut masa depan mereka," tutur Mayjen TNI Agus Prangarso di sela-sela obrolan hangatnya dengan warga.
Perjalanan berlanjut ke titik-titik krusial lainnya yang menjadi tumpuan hidup harian masyarakat:
Semburan Air Bersih: Pembangunan sumur bor Santo Yosef dan sumur bor di SD Negeri 27 Sipora Selatan menjadi oase baru. Air bersih yang selama ini harus dijemput jauh, kini mengalir lebih dekat ke dapur warga dan jemari anak-anak sekolah.
Merajut Sekolah yang Layak: Rehabilitasi SD Negeri 27 Sipora Selatan dilakukan agar tunas-tunas muda Mentawai bisa mengejar cita-cita dengan rasa aman, tanpa perlu cemas atap sekolah mereka rapuh dimakan usia.
Keterisolasian wilayah sering kali menjadi momok di daerah kepulauan. Menyadari hal itu, peninjauan bergeser ke proyek infrastruktur penghubung: Jembatan Gantung Berioulou, Jembatan Gobik di Desa Bosua, hingga Jembatan Katiet.
Bagi anak sekolah, jembatan ini adalah jalur aman menuju masa depan. Bagi para petani dan nelayan lokal, bentangan jembatan ini adalah urat nadi yang memotong waktu tempuh untuk membawa hasil bumi ke pasar, menghidupkan kembali asa ekonomi yang sempat tersendat.
Kemanunggalan yang Hidup
Sepanjang hari itu, Mayjen TNI Agus Prangarso yang didampingi oleh jajaran perwira tinggi seperti Brigjen TNI Mukhlis, Brigjen TNI Farouk Pakar, dan Brigjen TNI Antoninho Rangel Da Silva, aktif mendengarkan keluh kesah serta aspirasi warga dan personel Satgas di lapangan.
Karya Bakti TNI AD di Kepulauan Mentawai ini menjadi bukti otentik dari apa yang sering disebut sebagai Kemanunggalan TNI dan Rakyat. Di bawah langit Sipora Selatan, kerja keras ini menegaskan satu hal: bahwa di pulau terluar sekalipun, rakyat tidak pernah sendirian. Selalu ada pundak prajurit TNI yang siap ikut memikul beban demi kesejahteraan bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....