Júzcar, Desa Biru Spanyol yang Berawal dari Promosi Film Smurf

  • 29 Sep 2026 08:23 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Júzcar merupakan desa kecil di Provinsi Málaga, Andalusia, Spanyol, yang dikenal karena hampir seluruh bangunannya berwarna biru mencolok. Warna tersebut membuat Júzcar tampak seperti desa dalam dunia Smurf, sehingga menjadi tujuan wisata unik bagi banyak pengunjung.

Menurut Nationalgeographic, perubahan warna terjadi pada 2011 ketika desa tersebut dipilih sebagai lokasi promosi film The Smurfs yang akan dirilis. Sebelumnya, bangunan Júzcar menggunakan warna putih khas banyak permukiman tradisional Andalusia yang terkena sinar matahari sepanjang tahun.

Untuk kebutuhan promosi, rumah-rumah, gereja, balai kota, dan bangunan lainnya kemudian dicat biru secara menyeluruh pada waktu itu. Setelah kegiatan promosi berakhir, warga memilih mempertahankan warna biru karena kehadiran wisatawan mulai memberikan dampak ekonomi bagi desa.

Keputusan mempertahankan warna tersebut kemudian membuat identitas Júzcar berubah dari desa biasa menjadi destinasi wisata bertema biru khas. Júzcar berada di kawasan pegunungan Serranía de Ronda, dengan lingkungan alami yang menawarkan pemandangan perbukitan kepada wisatawan setempat.

Selain menikmati rumah biru, pengunjung dapat menjelajahi jalan desa dan kawasan alam yang berada di sekitarnya dengan santai. Julukan sebagai Desa Smurf melekat kuat karena penampilannya mengingatkan pengunjung pada karakter biru terkenal ciptaan seniman Belgia Peyo.

Menariknya, hubungan Júzcar dengan Smurf bermula dari kebutuhan promosi film, bukan karena desa tersebut menjadi latar asli cerita. Setelah popularitasnya meningkat, Júzcar memperoleh perhatian internasional dan sering disebut sebagai salah satu desa paling tidak biasa di Spanyol.

Situs pariwisata resmi Spanyol kini memperkenalkan Júzcar sebagai desa biru yang berada di selatan Andalusia, tepatnya Provinsi Málaga. Keunikan warna bangunan membuat Júzcar menunjukkan bagaimana strategi promosi sementara dapat berkembang menjadi identitas wisata berkelanjutan sampai kini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....