Keramik Balango Dihidupkan Kembali melalui Pameran Keramik Ruang Jamuan

  • 15 Sep 2026 15:42 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Seniman keramik Rahmat Hafiz Fauzi menghadirkan kembali balango dalam pameran tunggal bertajuk Ruang Jamuan di Padang. Pameran yang berlangsung di Tradja Ceramic Studio, Kelurahan Flamboyan Baru, Kota Padang, digelar 13 hingga 19 September 2026.

Rahmat mengatakan, Ruang Jamuan tidak hanya menjadi ruang pameran karya keramik. Pameran tersebut juga dirancang sebagai ruang diskusi untuk membicarakan tradisi dan pengetahuan yang mulai hilang dari kehidupan masyarakat.

“Ruang Jamuan itu sebenarnya tujuannya bukan hanya untuk membuat ruang saya berpameran. Tetapi lebih dari itu dia membuat ruang diskursus untuk seniman-seniman atau masyarakat-masyarakat itu kita kembali membicarakan tradisi-tradisi yang sudah lama hilang,” ujar Rahmat kepada RRI pada Senin, 14 September 2026.

Menurutnya, balango sebelumnya digunakan masyarakat untuk memasak berbagai kebutuhan. Namun, keberadaannya mulai tergeser setelah masyarakat menggunakan peralatan memasak yang dinilai lebih efisien.

Rahmat kemudian mencoba menghadirkan kembali balango dengan bentuk dan wajah baru. Upaya tersebut dilakukan agar balango tidak hanya dikenang sebagai artefak, tetapi tetap memiliki ruang untuk hidup di masa sekarang.

Dalam proses penciptaannya, Rahmat juga mengeksplorasi tanah liat lokal yang digunakan perajin Jorong Galogandang, Nagari III Koto, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar. Tanah liat dari tanah sawah tersebut dikembangkan agar dapat dibakar pada suhu lebih tinggi dan digunakan bersama lapisan glasir atau lapisan mengkilap yang digunakan pada permukaan keramik.

“Jadi saya ini mencoba mengeksplorasi tanah ini dikembangkan lagi. Dinaikan titik suhunya untuk disamakan dengan suhu glasir,” ujarnya.

Pameran tersebut menghadirkan lima karya atau instalasi yang saling terhubung. Karya utama mengangkat konsep makan bajamba sebagai bentuk penyambutan kembali balango dalam pameran Ruang Jamuan.

Rahmat berharap seniman tetap mengeksplorasi berbagai referensi, namun tidak meninggalkan tradisi dan potensi lokal. Ia juga mendorong masyarakat lebih menghargai produk keramik lokal untuk membangun ekosistem seni keramik di Sumatera Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....