Panggung Kebhinekaan Tutup Acara RRI Fest 2026 RRI Padang
- 08 Sep 2026 06:09 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Suasana meriah menyelimuti panggung halaman RRI Padang yang berubah jadi panggung kebhinekaan yang memukau saat penutupan acara RRI Fest 2026 RRI Padang, 6 September 2026. Dua penampilan istimewa yaitu atraksi barongsai dan pagelaran budaya khas Sunda, sisingaan menutup rangkaian RRI Fest 2026 yang sudah berlangsung 4 hari mulai 3 sampai 6 September 2026 yang penuh semangat dan kebersamaan.
Bunyi dentuman gendang mengaggetkan para pengunjung dan penonton yang memadati halaman gedung RRI Padang saat yang sama dua ekor barongsai warna merah dan putih bergerak lincah, melompat, menunduk, berinteraksi penuh ekspresi memikat. Para pengunjung, mulai dari anak- anak hingga orang tua tampak antusias memberikan tepuk tangan setiap ada atraksi dengan gerakan yang memukau.
Barongsai bukan sekedar tarian yang memukau di Kota Padang. Kesenian ini telah menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya selama ratusan tahun, hidup berdampingan dengan masyarakat Minangkabau dan jadi simbol keberagaman yang menyatukan. Kehadiran barongsai di Padang beriringan dengan kedatangan komunitas Tionghoa yang diperkirakan sejak abad ke-17 terutama melalui jalur perdagangan. Pada masa kolonial barongsai sudah mulai berkembang . Kota Padang memang unik, keragaman etnis telah hidup berdampingan selama berabad-abad.
Kepala RRI Padang Yulian S. Saaba dalam sambutan penutupannya menyampaikan rasa syukur dan terimakasih kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan festifal ini “RRI Fest ini bukan sekedar pesta, ini adalah bukti RRI hadir untuk semua kalangan, semua budaya, semua komunitas, semua adalah kekayaan kita bersama,” ujarnya. Selama empat hari pelaksanaan RRI Fest dikunjungi ribuan warga yang juga diisi oleh puluhan UMKM, pameran komunitas dan penampilan seni budaya.
Tak kalah memukau pertunjukkan barongsai, paguyuban masyarakat sunda Kota Padang juga turut menampilkan keunikan budaya sunda dengan mengusung kesenian sisingaan. Ketua paguyuban menyampaikan ucapan bangga bisa tampil di RRI Fest.
"Ini adalah ujud bagian dari masyarakat Padang, budaya tak mengenal batas daerah. Semua bisa berbagi dan saling memperkaya," ucapnya.
Sisingaan adalah seni pertunjukan rakyat khas Sunda awalnya adalah berupa arak-arakan untuk anak yang dikhitan berupa kursi hias lalu berkembang menjadi bentuk patung singa. Sisingaan diletakkan diatas tandu yang digotong 4 orang pengusung sambil menari mengikuti irama musik tradisional sunda.
Penampilan dipanggung RRI Fest disambut hangat oleh warga Padang, baik itu warga lokal maupun warga perantauan asal Jawa Barat yang berpartisipasi dalam penampilan budaya dan penampilan kesenian barongsai dan sisingaan jadi simbol yang indah. Padang adalah rumah bersama yang terbuka untuk semua, perbedaan budaya bukan pemisah melainkan warna yang menyatukan. RRI sebagai media publik akan terus menjadi ruang yang inklusif, merawat keberagaman dan menyuarakan kebersamaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....