Wali Kota Cilik dan Duta Anak Jadi Ruang Suara Anak Padang
- 08 Sep 2026 13:55 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kota Padang terus mendorong keterlibatan anak dalam menyampaikan aspirasi serta ikut berkontribusi dalam pembangunan kota melalui program Pemilihan Wali Kota Cilik dan Duta Anak. Program tersebut menjadi salah satu ruang bagi anak untuk mengembangkan kepemimpinan sekaligus menyuarakan berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Hal itu mengemuka dalam Dialog Program IDOLA Pro 1 RRI Padang bertajuk “Mendengar Suara Anak Melalui Program Pemilihan Wali Kota Cilik dan Duta Anak Padang”. Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3AP2KB Kota Padang, Ade Yonanda Irza, mengatakan keberadaan Wali Kota Cilik dan Wakil Wali Kota Cilik diharapkan dapat menjadi penghubung bagi anak-anak untuk menyampaikan hak dan aspirasi mereka.
“Melalui leader-leader anak yaitu Wali Kota Cilik dan Wakil Wali Kota Cilik inilah yang diharapkan dapat mengintegrasikan ke semua anak-anak yang ada di Kota Padang untuk menyuarakan hak-hak mereka,” ujar Ade.
Pemko Padang sendiri menyebut Pemilihan Wali Kota Cilik dan Duta Anak 2026 bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah pengembangan potensi, kreativitas, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap pemenuhan hak anak. Program tahunan tersebut juga diarahkan untuk melahirkan agen perubahan yang dapat berkontribusi dalam mewujudkan Kota Padang sebagai Kota Layak Anak.
Ketua Yayasan Ruang Anak Dunia, Wanda Leksmana, menilai keberadaan dua figur anak tersebut dapat membuat akses penyampaian keresahan anak menjadi lebih dekat dengan pemerintah. Namun, menurutnya, tantangan berikutnya adalah memastikan keterlibatan anak tidak berhenti pada kehadiran atau seremoni, melainkan berkembang menjadi partisipasi yang benar-benar memiliki dampak.
“Keresahan mereka akan bisa langsung sampaikan, aksesnya akan lebih gampang dan dekat dengan Pak Wali Kota dan Pak Wawako hari ini, tinggal bagaimana bukan hanya sekadar partisipasi saja, tapi partisipasi yang bermakna,” kata Wanda.
Pentingnya partisipasi bermakna anak juga menjadi perhatian UNICEF dan Bappenas dalam laporan yang diterbitkan pada Mei 2026. Laporan tersebut menyebut Indonesia masih menghadapi tantangan dalam memastikan suara anak tidak hanya dikumpulkan, tetapi benar-benar memengaruhi proses perencanaan dan pengambilan kebijakan.
Dalam konteks Kota Padang, program tersebut juga hadir di tengah target pemerintah daerah untuk kembali meraih predikat Utama Kota Layak Anak pada 2026. Pemko Padang mencatat proporsi anak mencapai sekitar 32,16 persen dari penduduk kota sehingga pemenuhan hak dan pelibatan anak menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.
Wali Kota Padang Cilik 2026, Muhammad Alkhalifi Hakim, mengatakan dirinya membawa program bernama Gerakan Rancak yang mencakup sejumlah agenda, mulai dari ruang aman anak, keberanian anak berbicara, pengenalan nilai Sumbang Duo Baleh, pencegahan perundungan, aksi sahabat anak, hingga kolaborasi dengan keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah.
Gagasan tersebut sejalan dengan perhatian Pemko Padang terhadap isu perlindungan anak, termasuk pencegahan kekerasan dan perundungan. Pemko mencatat sepanjang 2024 terdapat 78 kasus kekerasan terhadap anak di Kota Padang, sehingga keberadaan ruang aman dan mekanisme bagi anak untuk menyampaikan persoalan menjadi kebutuhan yang perlu terus diperkuat.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Padang Cilik 2026, Mufidah Salma Putri, menilai posisi wakil bukan sekadar mendampingi Wali Kota Cilik, tetapi menjadi kesempatan untuk berkembang bersama dan membangun kerja sama dalam menjalankan program. Menurutnya, kolaborasi antara keduanya menjadi penting agar berbagai gagasan yang dibawa dapat diterjemahkan menjadi kegiatan yang bermanfaat bagi anak-anak.
UNICEF menegaskan anak memiliki hak untuk menyampaikan pandangan dan pendapat serta berpartisipasi dalam persoalan yang memengaruhi kehidupan mereka, dengan pandangan tersebut perlu dipertimbangkan sesuai usia dan tingkat kematangan anak. Karena itu, keberadaan Wali Kota Cilik dan Duta Anak dapat menjadi salah satu kanal partisipasi, sepanjang aspirasi yang disampaikan benar-benar mendapat ruang untuk didengar, dipertimbangkan, dan ditindaklanjuti.
Dengan demikian, keberhasilan program Wali Kota Cilik dan Duta Anak tidak hanya ditentukan oleh terpilihnya figur anak yang mampu berbicara di depan publik. Yang lebih penting adalah bagaimana mereka dapat menjadi jembatan yang efektif antara suara anak dengan pemangku kebijakan, sekaligus memastikan partisipasi anak di Kota Padang benar-benar bermakna dan menghasilkan perubahan bagi kehidupan mereka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....