KAI Sumbar dan Railfans Kampanyekan Anti Pelecehan Seksual

  • 19 Agt 2026 07:31 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat bersama komunitas pecinta kereta api menggelar sosialisasi anti pelecehan seksual di Stasiun Padang, Stasiun Tabing, serta di dalam perjalanan KA Pariaman Ekspres dan KA Lembah Anai, Selasa, 18 Agustus 2026. Kegiatan tersebut melibatkan Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya bersama jajaran manajemen, perwakilan frontliner, serta sejumlah komunitas pecinta kereta api dan transportasi, di antaranya Komunitas Sumatrain, Indonesian Railway Preservation Society (IRPS), KPKD2SB, RFD2SB, dan Transport for Padang.

Sosialisasi dilakukan sebagai bagian dari upaya KAI membangun lingkungan transportasi publik yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk pelecehan seksual, baik di area stasiun maupun selama perjalanan menggunakan kereta api. Edukasi kepada pelanggan disampaikan secara langsung melalui pengeras suara, pembentangan spanduk dan poster imbauan, pembagian souvenir, serta penandatanganan petisi sebagai bentuk dukungan bersama untuk mencegah dan mengecam tindakan pelecehan seksual di lingkungan transportasi publik.

Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya mengatakan, terciptanya transportasi publik yang aman membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, tidak hanya petugas KAI, tetapi juga pelanggan dan komunitas yang menggunakan serta beraktivitas di lingkungan perkeretaapian. “Sosialisasi Anti Pelecehan Seksual ini merupakan bukti nyata keterlibatan bersama dalam menciptakan ruang transportasi publik yang aman dan inklusif. Kami mengajak seluruh pelanggan untuk saling menghormati, peduli terhadap lingkungan sekitar, serta tidak ragu melaporkan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan pelecehan seksual,” ujar Lutfi.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab menegaskan, edukasi mengenai pencegahan pelecehan seksual perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk komunitas pelanggan dan pecinta kereta api. Menurut Reza, transportasi publik merupakan ruang bersama yang harus memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa, sehingga pencegahan pelecehan seksual membutuhkan kepedulian dan keberanian bersama untuk bertindak serta melaporkan apabila menemukan indikasi pelecehan.

Wakil Ketua Railfans Sumatrain Gilang Fernando menyambut baik kolaborasi dengan KAI Divre II Sumbar karena komunitas pecinta kereta api dinilai tidak hanya dapat mendukung perkembangan perkeretaapian, tetapi juga turut berperan menciptakan lingkungan transportasi yang aman. Ia mengajak seluruh pelanggan untuk tidak menganggap pelecehan seksual sebagai hal biasa serta saling menjaga dan menghormati selama menggunakan transportasi kereta api, termasuk dengan berani melaporkan apabila melihat atau mengalami tindakan tersebut.

KAI mengimbau pelanggan segera melapor apabila mengalami atau mengetahui dugaan pelecehan seksual dengan menyampaikannya kepada petugas stasiun, kondektur, Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), maupun melalui layanan KAI 121 dan kanal media sosial resmi KAI. KAI menegaskan pelanggan yang terbukti melakukan tindakan pelecehan seksual akan mendapatkan sanksi tegas, termasuk masuk daftar hitam atau blacklist dari layanan KAI sebagai bentuk perlindungan terhadap pengguna jasa sekaligus upaya memberikan efek jera kepada pelaku.

Melalui sosialisasi tersebut, KAI Divre II Sumbar berharap kesadaran masyarakat terhadap pencegahan pelecehan seksual semakin meningkat. Begitu pula kolaborasi antara KAI, komunitas, petugas, dan pelanggan dapat mewujudkan transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan manusiawi bagi seluruh masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....