LKAAM Tanah Datar Gelar Lomba Pidato Alua Pasambahan
- 07 Agt 2026 08:26 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang- Upaya melestarikan adat dan budaya Minangkabau terus dilakukan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Tanah Datar melalui penyelenggaraan Lomba Pidato Alua Pasambahan sekaligus lounching buku Autobiografi Memoar Mustafa Akmal Dt Sidi Ali yang digelar di Gedung LKAAM Tanah Datar, Kamis 6 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti peserta berusia 16 hingga 21 tahun yang mewakili seluruh kecamatan di Kabupaten Tanah Datar sebagai bagian dari proses regenerasi pewaris adat Minangkabau.
Lomba ini menjadi salah satu langkah nyata dalam menanamkan ilmu adat kepada generasi muda agar nilai-nilai budaya yang diwariskan para niniak mamak tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman. Selain mengasah kemampuan berbicara, peserta juga dituntut memahami tata krama, etika berkomunikasi, serta filosofi yang terkandung dalam tradisi alua pasambahan.
Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly menyampaikan apresiasi kepada LKAAM Tanah Datar yang kembali menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba pidato adat merupakan wadah penting dalam menjaga sekaligus memperkuat identitas budaya Minangkabau melalui keterlibatan generasi muda.
"Saya memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada LKAAM Tanah Datar yang kali kedua mengadakan Lomba Pidato Adat Pasambahan. Kegiatan ini diikuti seluruh kecamatan di Tanah Datar dengan total 24 regu. Hal-hal seperti ini tentu akan mampu membuat kita bersama menjaga nilai nilai budaya kita," ujar Ahmad Fadly.
Ia menjelaskan, bahwa pidato alua pasambahan bukan sekadar kemampuan berbicara di depan umum, melainkan sebuah seni bertutur yang membutuhkan kecerdasan, kebijaksanaan, serta kemampuan menyampaikan pesan dengan bahasa yang santun dan tidak menyinggung pihak lain. Kemampuan tersebut dinilai menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat.
"Kegiatan ini khusus untuk usia 16 sampai 21 tahun. Ini merupakan salah satu bentuk keinginan LKAAM untuk melakukan regenerasi agar kaum muda memahami, mengetahui, dan mampu melaksanakan pidato adat sehingga dapat digunakan dalam berbagai kegiatan adat di tengah masyarakat," katanya.
Lebih lanjut, Ahmad Fadly menilai pelestarian tradisi alua pasambahan juga memiliki potensi mendukung sektor pariwisata berbasis budaya. Menurutnya, kekayaan adat yang tetap terjaga akan menjadi daya tarik tersendiri bagi daerah sekaligus memperkuat posisi Tanah Datar sebagai pusat kebudayaan Minangkabau.
"Kita ingin menjadi negeri yang maju dan berkembang, tetapi tetap menjaga nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk upaya melestarikan kebudayaan Minangkabau yang ada di Luak Nan Tuo. Mudah mudahan apa yang dilakukan di Batusangkar ini menjadi inspirasi bagi daerah-daerah Minangkabau lainnya," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....