UNP Dorong Baju Kurung Basiba Masuk Kebijakan Pemerintah

  • 03 Jul 2026 02:30 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Universitas Negeri Padang (UNP) mendorong hasil pengabdian kepada masyarakat di Nagari Lubuak Batingkok, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, dapat diimplementasikan lebih luas melalui kebijakan pemerintah. Upaya tersebut bertujuan memperkuat pelestarian sekaligus penggunaan baju kurung basiba sebagai bagian dari identitas budaya Minangkabau.

Dorongan tersebut disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) dan Diseminasi Hasil Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk Penguatan UMKM Busana Berbasis Kearifan Lokal untuk Mendukung Ekonomi Kreatif dan Pembangunan Berkelanjutan di salah satu hotel di Kota Padang, Kamis, 2 Juli 2026. Program pengabdian dilaksanakan oleh tim dosen Fakultas Pariwisata dan Perhotelan (FPP) UNP yang diketuai Prof. Ernawati dan didukung Program EQUITY THE Impact Ranking (IR) UNP bersama LPDP.

Ketua Tim Pengabdian, Prof. Ernawati, mengatakan program tersebut telah dilaksanakan pada 9–10 Agustus 2025 dengan sasaran pelaku UMKM busana, penjahit, kelompok perempuan, Bundo Kanduang, serta pemudi yang memiliki usaha maupun minat pada pengembangan busana tradisional dan busana muslimah. Selama kegiatan, peserta memperoleh pelatihan desain busana, teknik pengambilan ukuran, pembuatan pola, teknik menjahit baju kurung basiba dan busana muslimah, hingga pengelolaan usaha.

“Pengabdian ini sudah kami laksanakan di Kecamatan Harau. Melalui kegiatan diseminasi ini kami ingin mendorong agar hasilnya dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah, sehingga penggunaan baju kurung basiba tidak hanya berkembang di masyarakat, tetapi juga semakin diimplementasikan di lingkungan pemerintahan sebagai bagian dari pelestarian budaya Minangkabau,” ujar Ernawati.

Ia menambahkan, program tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, tetapi juga memperkuat kerja sama antara UNP, pemerintah nagari, dan masyarakat dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Untuk memperluas dampaknya, hasil pengabdian kemudian didiseminasikan dengan melibatkan akademisi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan.

Direktur Kerja Sama, Reputasi, dan Internasional UNP yang diwakili Kasubdit Layanan Internasional, Desvalini Anwar, berharap hasil pengabdian dapat menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan pemerintah. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah penting untuk memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendukung pengembangan UMKM berbasis kearifan lokal.

Diseminasi tersebut menghadirkan narasumber dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan akademisi dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Forum itu menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk memperkuat pelestarian baju kurung basiba sekaligus mendorong implementasinya di lingkungan pemerintahan, pendidikan, dan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....