Merakit Harapan Anak Nagari Batipuh lewat Gerakan Sosial Marakik Aso

  • 24 Jun 2026 18:38 WIB
  •  Padang
Poin Utama
  • Marakik Aso lahir dari keprihatinan pemuda lokal terhadap keterbatasan akses pendidikan bagi anak-anak di daerah tersebut
  • Mulai pudarnya pemahaman makna filosofis dari prosesi adat tradisi Minangkabau di kalangan generasi muda.
  • Komunitas Marakik Aso tengah menyiapkan rangkaian festival dari Juni hingga November 2026

RRI.CO.ID, Padang - Program penuh inspirasi Maksi kembali menyapa pendengar Pro 1 RRI Padang pada Selasa, 23 Juni 2026. Pada kesempatan tersebut menghadirkan Ade Raditya Putra sebagai narasumber yang merupakan ketua dari Komunitas Marakik Aso yang berdomisili di Batipuh Baruh, Kabupaten Tanah Datar.

Pemuda inspiratif tersebut menceritakan awal mula gerakan sosial yang dibangun sejak tahun 2018. Komunitas unik ini lalu resmi mendapatkan legalitas hukum pada 2021 dengan nama Marakik Aso, demi merakit harapan masa depan anak nagari setempat.

Gerakan mandiri Marakik Aso ini lahir dari sebuah keresahan mendalam mengenai keterbatasan akses pendidikan bagi anak-anak di daerah Batipuh. Ade bersama teman-temannya tidak ingin generasi penerus merasakan kesulitan yang sama dalam meraih mimpi masa depan mereka sendiri.

Struktur internal organisasi komunitas ini pun sangat unik karena semua penggerak aslinya sengaja dianggap setara sebagai ketua tanpa anggota. Hebatnya lagi para tokoh pendiri awal tetap solid bertahan menjaga komitmen mengajar sejak delapan tahun lalu hingga sekarang.

Program kerja pertama dinamakan Akar Hidup yang fokus melakukan riset sejarah adat sosial keagamaan serta pemberdayaan ekonomi petani. Mereka aktif membangun jalinan komunikasi intensif dengan buruh tani lokal guna memajukan potensi sektor pertanian di wilayah Batipuh.

Sementara itu program kerja kedua sengaja menyediakan kelas kesenian tradisi gratis seperti randai,silek, tari hingga bahasa Inggris. Kegiatan kreatif ini kemudian digunakan sebagai media menyenangkan untuk menarik minat anak-anak lokal agar mau belajar bersama mereka.

Ade mengungkapkan keprihatinan mendalam karena banyak prosesi adat tradisi Minangkabau kini mulai kehilangan makna filosofis di lingkungan masyarakat. Generasi muda cenderung menganggap kesenian daerah kuno sehingga Marakik Aso berupaya keras melakukan pencatatan sejarah tutur lokal berharga.

Perjuangan nyata mereka tidak mudah karena harus mendanai seluruh operasional kegiatan mandiri menggunakan kantong pribadi para pengurus aktif. Mereka sempat dianggap tempat kumpul tidak jelas sebelum akhirnya mendapat kepercayaan penuh berupa fasilitas sekretariat gratis dari warga.

Kini pihak komunitas sedang menyiapkan festival budaya besar bertajuk Legaran Marakik Aso yang akan diawali pada Juni 2026 dan puncaknya pada November nanti. Rangkaian acara tersebut akan menampilkan pertunjukan seni, sandiwara kampung, teater, melukis, pameran foto hingga workshop pertanian bersama warga.

Acara hiburan pembuka segera digelar tanggal 26 Juni 2026 mendatang melibatkan 120 anak dan bertempat di halaman sekolah dasar Batipuh. Festival puncak bulan November nanti bertujuan mempromosikan potensi pangan Bareh Batipuah (Beras Batipuh) lewat konsep pariwisata agro berbasis keterlibatan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....