Sanggar Harimau Dahan Padang Pariaman Tampil di Festival Budaya Minang di Tokyo

  • 30 Mei 2026 18:26 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Sanggar Harimau Dahan asal Nagari Lareh Nan Panjang Selatan, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman, kembali membawa misi budaya ke tingkat internasional. Sanggar tersebut dipercaya tampil dalam Festival Budaya Indonesia Rang Minang Baralek Gadang yang digelar di Tokyo, Jepang, pada 24 Mei 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Jepang dan didukung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo itu bertujuan memperkenalkan warisan budaya Minangkabau kepada masyarakat internasional. Festival tersebut juga menjadi ajang silaturahmi bagi diaspora Minang yang menetap di Jepang.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Padang Pariaman, Anton Wira Tanjung, mengatakan keikutsertaan Sanggar Harimau Dahan menjadi kebanggaan bagi daerah. Menurutnya, sanggar tersebut kembali dipercaya menjadi bagian dari promosi budaya Indonesia di Jepang setelah sebelumnya pernah terlibat dalam kegiatan serupa.

“Harimau Dahan yang ada di Nagari Lareh Nan Panjang Selatan diundang dalam rangka promosi Wonderful Indonesia di Jepang. Mereka menjadi salah satu pengisi acara dan membawa nama baik Padang Pariaman di tingkat internasional,” ujar Anton pada RRI, Sabtu 30 Mei 2026.

Sementara itu, Pimpinan Sanggar Harimau Dahan, Fitrah, mengatakan dirinya hadir sebagai pembawa acara sekaligus pengisi pertunjukan budaya dalam festival tersebut. Selain dirinya, sejumlah anggota sanggar yang saat ini menetap di Jepang juga turut terlibat dalam berbagai penampilan seni tradisional Minangkabau.

“Kebetulan sebelumnya saya juga pernah berpartisipasi dalam acara budaya Minang di Tokyo. Tahun ini Alhamdulillah kembali dipercaya menjadi MC dan juga ikut mengisi pertunjukan budaya,” kata Fitrah pada RRI Sabtu, 30 Mei 2026.

Ia menjelaskan sebagian besar penampil dalam festival tersebut merupakan diaspora Minang, termasuk sejumlah pemuda asal Padang Pariaman yang sedang menempuh pendidikan maupun bekerja di Jepang. Mereka berkolaborasi menampilkan berbagai kesenian tradisional sebagai bentuk pelestarian budaya di perantauan.

“Kami ingin mempromosikan seni budaya Minang, pakaian adat Minangkabau. Termasuk tradisi pantun kepada masyarakat Jepang dan warga negara lain yang hadir dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Anton berharap keikutsertaan Sanggar Harimau Dahan dapat memberikan dampak positif bagi promosi pariwisata daerah. Ia menilai kesenian tradisional seperti Tari Piring dan berbagai atraksi budaya Minangkabau dapat menjadi daya tarik wisata yang mendorong kunjungan wisatawan mancanegara ke Padang Pariaman dan Sumatera Barat

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....