GUA lokal Gelar Kumpul IV, Perkuat Ekosistem Seni Visual Sumatera
- 15 Mei 2026 14:40 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – GUA lokal kembali menghadirkan ruang pertemuan seni visual lintas wilayah melalui program Kumpul IV yang akan berlangsung pada 5 Juni hingga 7 Juli 2026 di Kota Medan, Sumatera Utara. Program ini menjadi kelanjutan dari rangkaian Kumpul yang selama beberapa tahun terakhir mempertemukan seniman dan audiens dalam ruang diskusi, apresiasi, serta pertukaran gagasan seni rupa di Sumatera.
Kumpul IV menghadirkan tiga rangkaian utama, yakni Open Call, Ruang Temu, dan Simpul atau Pameran Kelompok Kumpul IV. Program ini dirancang untuk mempererat ekosistem seni visual sekaligus membuka ruang interaksi antarperupa dari berbagai daerah di Sumatera.
Rangkaian diawali dengan Open Call yang berlangsung pada April hingga Mei 2026. Melalui program tersebut, GUA lokal mengundang pegiat seni visual yang berdomisili di Sumatera untuk berpartisipasi dalam Ruang Temu Kumpul IV. Bidang praktik yang dapat diikuti meliputi seni gambar, lukis, seni digital, fotografi, instalasi, film, grafiti, performance art, hingga karya berbasis tiga dimensi.
Peserta Ruang Temu akan diumumkan melalui akun Instagram resmi @gua_lokal pada 20 Mei 2026. Selanjutnya, para peserta akan mempresentasikan karya mereka pada 6 Juni 2026 di Clapham Collective, Medan. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang diskusi interaktif antara seniman dan audiens sekaligus memperluas jejaring kreatif di kawasan Sumatera Utara.
Selain itu, Kumpul IV juga menghadirkan Simpul, pameran kelompok yang menampilkan karya seniman dari berbagai wilayah di Sumatera seperti Medan, Padang, Bengkulu, dan Aceh. Pameran ini menampilkan keberagaman medium serta pendekatan artistik yang berkembang di masing-masing daerah.
Sebanyak delapan seniman terlibat dalam pameran tersebut, yakni Yulfa Haris Saputra dari Aceh, Ai, Simu Anugrah, dan Winarto Kartupat dari Medan, Rara Almada Mutiara dari Bengkulu, serta Imam Teguh Sy, Jimmi Kartolo, dan Nanda Pradinhe dari Padang. Para seniman disebut memiliki konsistensi dalam praktik berkesenian dengan ragam media karya yang berbeda-beda.
Sejak Maret hingga Mei 2026, para seniman telah mengikuti diskusi kekaryaan bersama tim GUA lokal untuk membedah sekaligus mempresentasikan karya mereka. Diskusi tersebut menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan cara pandang dalam membaca praktik seni rupa di Sumatera.
Perwakilan GUA lokal, Jernih mengatakan, Kumpul tidak hanya dipandang sebagai ruang pameran, tetapi sebagai ruang yang terus bergerak melalui interaksi antara karya, seniman, dan audiens. “Kumpul tidak kami bayangkan sebagai ruang pamer yang selesai, tetapi sebagai situasi yang terus bergerak, di mana karya, seniman, dan audiens saling menguji dan membentuk satu sama lain,” ujarnya, Jumat, 15 Mei 2026.
Ia menambahkan, keberagaman bentuk dan pendekatan dalam seni justru menjadi ruang dialog untuk membuka kemungkinan baru dalam membaca praktik seni rupa masa kini. “Melalui Kumpul IV, GUA lokal menegaskan perannya sebagai ruang yang mendorong pertukaran gagasan, diskusi publik, dan pengembangan praktik seni visual yang lebih terbuka dan kritis di Sumatera,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....