Komunitas Penyala Literasi Sumbar Luncurkan Buku Festival Pantun ASEAN

  • 06 Apr 2026 06:16 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Komunitas Penyala Literasi Sumatera Barat (Sumbar) bersama Komunitas Galeri Sastra dan SIP Publishing menggelar peluncuran Buku Festival Pantun ASEAN 2026 di Aula kantor Gubernur, Kamis, 2 April 2026. Kegiatan ini dihadiri pegiat literasi pantun dari negara serumpun melayu serta siswa-siswi dari berbagai tingkat sekolah dari Sumbar.

Ketua Komunitas Penyala Literasi Sumbar, Eka Teresia didampingi Sekretaris, Patra Rina Dewi mengatakan, buku tersebut berisikan 3.152 pantun dari penulis empat negara serumpun melayu, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darusalam. Selain itu, sebanyak 1.700 pantun diantaranya merupakan karya siswa-siswi terbaik dari Sekolah Menengah Pertama dan Atas dari Provinsi Sumbar.

“Kolaborasi ini berkat dukungan bersama pegiat literasi pantun negara tetangga, siswa sekolah dan juga penerbit SIP Publishing. Kami menginginkan budaya pantun yang marak di giatkan kembali di ruang formil pemerintah, acara adat daerah juga dipopulerkan kembali oleh generasi muda,” ujar Eka.

Eka menjelaskan, buku tersebut mengangkat pantun bertemakan persahabatan dengan mendorong generasi muda Indonesia kembali membudayakan berbalas pantun dalam setiap aktivitas sosial, baik dalam suasana gembira maupun berduka. Selain itu, komunikasi melalui pantun diharapkan dapat menjadi media pertukaran budaya antar bangsa, terutama negara serumpun di ASEAN yang berakar pada bahasa melayu.

“Kami menyoroti adanya pergeseran cara berkomunikasi generasi muda kekinian, terutama di ruang digital, semisalnya melalui pesan singkat, maraknya menggunakan emoji, yang belum tentu dimengerti oleh orang lain. Dari sisi budaya, penggunaan pantun masa kini makin tergerus perkembangan zaman dengan kami harapkan adanya upaya melestarikan kembali,” kata Eka.

Sementara itu, Direktur SIP Publishing, Indra Gunawan mengatakan, peluncuran buku pantun ASEAN tersebut bertujuan meningkatkan minat membaca terutama di kalangan generasi muda. “Kami menggarap muatan pantun dalam buku ini melalui lomba atau sayembara yang dikurasi oleh dewan juri dari negara serumpun melayu. Karena ada lomba ini, penulis pantun otomatis melihat lagi tulisan-tulisan pantun tradisional, jenaka dan berbagai jenis lainnya,” ujarnya.

Indra menambahkan, buku festival pantun ASEAN 2026 baru dicetak dalam jumlah terbatas, namun dapat dimiliki dengan melakukan pemesanan lebih awal. “Buku pantun ini bisa dipesan melalui pre-orde di laman instagram kami. Buku ini belum tersedia di toko buku, karena cetakan pertama masih terbatas,” katanya.

Peluncuran Buku Festival Pantun ASEAN 2026 tersebut diwarnai aksi lempar pantun dalam setiap komunikasi, baik sesama tamu bahkan antar pembawa acara. Setiap celetukan pantun berbahasa Minangkabau berisi kiasan menggelitik, mengundang decak tawa bahkan kekaguman tamu dari negara serumpun melayu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....