Bupati Solok Hadiri Tradisi Lapeh Kawua dan Tolak Bala di Nagari Simanau
- 31 Mar 2026 08:56 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Masyarakat Tanjung Manajulai, Nagari Simanau, Kabupaten Solok menggelar kegiatan adat Lapeh Kawua dan Tolak Bala, Sabtu, 28 Maret 2026. Acara adat tersebut ditandai penyembelihan seekor kerbau betina sebagai simbol kebersamaan dan permohonan keselamatan bagi masyarakat.
Bupati Solok, Jon Firman Pandu yang menyaksikan acara adat tersebut mengatakan, kegiatan adat Lapeh Kawua dan Tolak Bala di Nagari Simanau merupakan tradisi warisan turun-temurun yang digelar setiap tahunnya. Menurutnya, masyarakat adat menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan tradisi budaya yang sarat dengan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kearifan lokal.
“Tradisi Bakaua dan Tolak Bala ini merupakan bagian dari identitas budaya yang harus kita jaga bersama. Selain sebagai bentuk rasa syukur, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat,” ujar Jon Firman.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi daya tarik tersendiri dalam upaya pelestarian adat dan potensi budaya daerah. “Kegiatan ini juga dapat mendukung sektor pariwisata di Kabupaten Solok yang perlu dilestarikan dan di agendakan secara rutin,”katanya.
Sementara itu, prosesi penyembelihan kerbau betina yang dilakukan sekali dalam setahun menjadi puncak kegiatan dan dilanjutkan dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan kepada yang Maha Kuasa agar dijauhkan dari marabahaya. Acara ditutup dengan makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur seluruh masyarakat Tanjung Bajulai Nagari Simanau.
Acara tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda, Kepala OPD, Camat, Walinagari, tokoh masyarakat, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, serta masyarakat setempat. Kehadiran pemimpin adat dan daerah menjadi simbol kebersamaan dalam prosesi adat tersebut.
Selain sebagai bagian dari ritual adat, kegiatan Lapeh Kawua dan Tolak Bala ini juga menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengenal dan memahami nilai-nilai budaya Minangkabau yang diwariskan oleh para leluhur. Melalui keterlibatan langsung dalam setiap rangkaian prosesi, diharapkan generasi penerus dapat terus menjaga eksistensi adat istiadat di tengah perkembangan zaman, sehingga tradisi ini tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi juga tetap hidup dan relevan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....