Gubernur Mahyeldi: Investasi Energi Hijau Sumbar Menjanjikan
- 15 Okt 2025 14:10 WIB
- Padang
KBRN, Padang: Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mencanangkan capaiani net zero emission pada 2060 yang juga menjadi target nasional. Gubernur Mahyeldi menyampaikan, hal dimaksud diamanatkan pada Rencana Jangka Panjang dan Menengah Daerah (RJPMD).
Mahyeldi mengatakan, capaian porsi Energi Baru Terbarukan (EBT), pada tahun 2024 mencapai 30,59 persen, sementara target porsi EBT, pada 2025 sebesar 51,70 persen. "Sesuai dengan target nasional Sumbar dicanangkan sebagai Green Province atau Provinsi Hijau," ujarnya, dalam Forum Investasi Ketenagalistrikan Sumatera Barat, Padang, Selasa (14/10/2025).
Lebih lanjut ia menyebut, hingga kini capaian pengusahaan pembangkit listrik EBT di Sumbar mencakup dua sumber daya alam, antara lain energi air sebesar 360 Mega Watt dan Panas Bumi sebesar 86 Mega Watt. Sementara, untuk potensi peningkatan dari energi Air sebesar 50 persen dengan total ketersediaan daya sebesar 720 MW, sedangkan di energi panas bumi tersedia daya sebesar 258 MW dan potensi yang dapat ditingkatkan sekitar 200 persen.
"Jika pengusahaan Energi Air dan Panas Bumi meningkat, maka potensi peningkatan PDRB sektor listrik di Sumbar mencapai 120%," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Evy Haryadi menyebut, forum investasi ketenagalistrikan Sumbar diyakini dapat memberikan solusi untuk memberikan solusi bagi pengembangan energi hijau di ranah Minang. Selain dari investor pengembang EBT di Sumbar memberikan pengalamannya, daerah dengan potensi energi hijau juga dapat memberikan saran dan masukan terkait tantangan dalam mengembangkan potensi tersebut.
"Kelebihan dari energi hijau bisa menumbuhkan potensi perekenomian baru bagi Sumbar. Pemda perlu juga memikirkan adanya terobosan untuk kemudahan bagi investor berinvestasi disini," kata Evy Haryadi.
Ketum MKI, Evy Heryadi menambahkan, Sumbar memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi energi hijau. Sebab saat ini banyak pengembang atau investor mulai melirik kebutuhan dari hilirisasi pabrikannya yang memiliki label energi hijau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....