Kenali Kategori Pengangguran yang Bisa Berdampak pada Ekonomi
- 15 Mei 2024 20:01 WIB
- Padang
KBRN, Padang: Pengangguran merupakan orang yang tidak bekerja sama sekali. Jika ia memiliki kemampuan dan kemauan untuk bekerja, tetapi tidak dapat menemukan pekerjaan yang sesuai atau belum memiliki pekerjaan juga disebut pengangguran.
Seperti yang dikutip dari program siaran Kiprah Desa Pro 1 RRI Padang, pengangguran dapat memicu kerugian negara karena menyebabkan hilangnya pendapatan pajak, penurunan konsumsi, beban sosial, hingga keamanan sosial. Banyaknya jumlah pengangguran tentu saja sangat mengkhawatirkan, sehingga perlu segera diatasi agar dampak negatifnya bisa berkurang.
Di Indonesia, pengangguran dibagi dalam beberapa jenis seperti :
1. Penggangguran Struktural
Jenis pengangguran yang terjadi ketika terdapat ketidaksesuaian antara keterampilan, kualifikasi, atau harapan pekerja dengan jenis pekerjaan yang tersedia di pasar tenaga kerja. Disamping itu, dapat terjadi juga ketika pekerjaan yang tersedia tidak memenuhi standar upah atau kondisi kerja yang diharapkan oleh individu. Dapat dikatakan bahwa pengangguran struktural ini bersifat berkelanjutan karena memerlukan beberapa tahun untuk mengembangkan keterampilan dan keahlian yang diperlukannya.
2. Pengangguran Siklikal
Pengangguran siklikal yang terkait erat dengan perubahan dalam siklus bisnis atau ekonomi suatu negara. Ini terjadi ketika tingkat pengangguran naik secara signifikan selama periode resesi atau penurunan ekonomi, dan menurun saat ekonomi membaik dan pertumbuhan ekonomi meningkat. Jadi, pengangguran siklikal ini biasanya bersifat sementara atau jangka pendek.
3. Pengangguran Friksional
Pengangguran yang terjadi ketika individu mencari pekerjaan baru atau beralih dari pekerjaan yang satu ke pekerjaan yang lain. Pengangguran ini relatif sementara dan biasanya terjadi karena adanya keterlambatan antara saat seseorang meninggalkan pekerjaan lama dan menemukan pekerjaan baru yang sesuai dengan keahlian, kualifikasi, atau preferensi. Pengangguran friksional tidak selalu disebabkan oleh pilihan individu. Perubahan dalam kondisi pasar kerja atau pemutusan hubungan kerja oleh pihak pemberi kerja dapat menyebabkan seseorang mengalami pengangguran friksional inI.
4. Pengangguran Musiman
Pengangguran ini terjadi secara berkala atau sesuai dengan perubahan musim. Jenis pengangguran ini terkait dengan pekerjaan yang sifatnya musiman atau terbatas pada waktu-waktu tertentu dalam setahun. Misalkan dalam pertanian, orang dapat kehilangan pekerjaan setelah panen. Dalam pariwisata, pemandu wisata mungkin kehilangan pekerjaannya karena aktivitas wisata menurun setelah waktu liburan sekolah selesai.
5. Pengangguran Voluntary
Yaitu situasi dimana seseorang secara sukarela (voluntary) memilih untuk tidak mencari pekerjaan atau bekerja secara penuh waktu karena alasan tertentu. Seseorang dapat menjadi pengangguran voluntary karena memiliki tujuan pribadi yang ingin dicapai di luar dunia kerja. Seperti mengejar pendidikan tambahan, fokus pada pengembangan diri, atau memberikan waktu untuk kegiatan sosial atau amal.
Apapun kategori pengganggurannya tetap memiliki berbagai dampak, baik bagi individu maupun masyarakat luas. Dengan banyaknya pengangguran, akan terjadi penurunan pendapatan.
Orang yang menganggur cenderung punya pendapatan yang lebih rendah, yang dapat memengaruhi kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jika terjadi akan mengakibatkan penurunan permintaan barang dan jasa, sehingga ini bisa mempengaruhi sektor ekonomi lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....