Serunya Menjadi Penyiar Radio

  • 24 Sep 2026 20:31 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Program Sabana Pagi menghadirkan Koko dari Sushi 99.1 FM dan Adit dari 100.6 FM Piaman. Keduanya berbagi cerita tentang pengalaman serta dinamika menjadi penyiar radio di tengah perkembangan media digital.

Koko telah berkecimpung di dunia radio sekitar lima tahun terakhir. Selain menjadi penyiar, ia juga dipercaya menjalankan tugas sebagai program director di Sushi 99.1 FM.

Sementara itu, Adit mulai mendapatkan jadwal siaran pertamanya pada 1 Juli 2024. Ketertarikannya pada dunia kreatif kemudian membuat radio menjadi salah satu ruang untuk mengembangkan kemampuannya.

Keduanya mengaku mulai mengenal radio sejak masih kecil melalui kebiasaan mendengarkan siaran. Pengalaman tersebut kemudian berkembang menjadi ketertarikan untuk ikut berada di balik mikrofon sebagai penyiar.

Menurut Koko dan Adit, salah satu hal paling menyenangkan dalam siaran adalah interaksi dengan pendengar. Kehadiran pendengar membuat penyiar merasa tidak berbicara sendirian dan memberikan energi selama menjalankan program.

Adit menceritakan hampir seluruh program di Piaman FM mengandalkan interaksi dengan pendengar. Dalam satu program berdurasi dua jam, interaksi melalui telepon dapat berlangsung hingga belasan kali.

Koko juga merasakan hal serupa melalui berbagai program di Sushi 99.1 FM. Menurutnya, penyiar dapat menjadi teman bagi pendengar yang membutuhkan ruang untuk bercerita maupun sekadar mencari teman.

Keduanya juga membagikan pengalaman menghadapi suasana hati ketika harus tetap siaran. Adit berusaha mengubah suasana ketika mikrofon menyala, sedangkan Koko mengandalkan teknik smile voice agar tetap terdengar hangat.

Pemilihan lagu juga menjadi bagian penting dalam menjaga suasana siaran. Adit lebih banyak memainkan lagu berdasarkan permintaan pendengar, sedangkan Koko menggunakan selera musik penyiar sebagai bagian dari karakter program.

Perkembangan teknologi turut mengubah cara penyiar berinteraksi dengan pendengar. Koko dan Adit melihat siaran melalui TikTok maupun YouTube menjadi peluang untuk menjangkau audiens lebih luas.

Meski menghadapi persaingan dengan berbagai platform digital, keduanya menilai radio masih memiliki ruang di tengah masyarakat. Interaksi langsung dan kehadiran suara penyiar menjadi nilai yang tidak selalu ditemukan dalam layanan musik digital.

Koko dan Adit berharap insan radio terus beradaptasi tanpa kehilangan identitas sebagai media yang dekat dengan pendengar. Kreativitas, interaksi, dan kemampuan mengikuti perkembangan teknologi dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan radio.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....