Peran Radio Menemani Pendengar

  • 19 Sep 2026 17:23 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Program SABANA PAGI edisi khusus Hari Radio Nasional 2026 turut membahas hubungan antara penyiar dan pendengar. Guspri dan Icin berbincang bersama Adelya dari CLASSY 103.4 FM serta Marin dari 93.0 RESPON FM.

Bagi para penyiar, bagian paling menyenangkan dari siaran bukan hanya berbicara di depan mikrofon. Respons pendengar membuat mereka merasa bahwa suara yang disampaikan benar-benar didengarkan.

Marin menceritakan pengalaman menerima cerita dari pendengar yang secara tiba-tiba menyampaikan kondisi pribadi. Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa masih banyak orang yang membutuhkan keberadaan radio.

Hal serupa dirasakan Adelya ketika berinteraksi dengan pendengar melalui program siaran. Respons sederhana seperti pesan, telepon, hingga permintaan lagu dapat membangun kedekatan antara penyiar dan pendengar.

Kedekatan tersebut bahkan dapat terbentuk tanpa pertemuan secara langsung. Pendengar bisa mengenali kondisi penyiar hanya melalui perubahan suara ketika sedang kurang sehat atau tidak dalam kondisi terbaik.

Adelya juga menceritakan seorang pendengar yang selalu memberikan perhatian ketika dirinya mengudara. Pendengar tersebut bahkan menjadikan suara penyiar sebagai salah satu penyemangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Pengalaman yang paling membekas datang dari seorang pendengar bernama Nana. Pendengar tersebut sedang menjalani pengobatan kanker, tetapi tetap menunjukkan semangat ketika berkomunikasi dengan penyiar.

Nana bahkan pernah memberikan kabar mengenai kondisi dan proses pemulihannya kepada penyiar. Pengalaman tersebut membuat Adelya menyadari bahwa keberadaan radio dapat memberikan teman dan semangat bagi pendengarnya.

Menurutnya, anggapan bahwa radio sudah tidak memiliki pendengar perlu dilihat kembali. Masih ada masyarakat yang membutuhkan radio sebagai teman, sumber informasi, dan ruang untuk berinteraksi.

Interaksi tersebut juga membuat penyiar mampu merasakan emosi pendengar secara lebih dekat. Bahkan ketika penyiar sedang mengalami kondisi emosional, respons pendengar terkadang justru membantu mengembalikan semangat.

Para penyiar meyakini bahwa radio tetap memiliki ruang di tengah perkembangan media digital. Radio memiliki kekuatan melalui suara yang mampu menemani pendengar tanpa harus memperlihatkan sosok penyiar secara langsung.

Dalam momentum Hari Radio Nasional, para penyiar berharap radio terus mengudara dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Mereka juga mengajak para penyiar untuk tetap bertahan karena selalu ada pendengar yang membutuhkan suara mereka.

SABANA PAGI edisi khusus Hari Radio Nasional menjadi ruang untuk memperlihatkan sisi manusiawi dari profesi penyiar. Di balik suara yang terdengar melalui radio, terdapat hubungan emosional yang terus terbangun bersama pendengar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....