Ungkap Lika-Liku dan Cerita Unik Penyiar Radio
- 19 Sep 2026 17:24 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Program SABANA PAGI edisi khusus Hari Radio Nasional 2026 menghadirkan penyiar dari berbagai radio di Sumatera Barat. Kali ini, Guspri dan Icin berbincang bersama Adelya dari CLASSY 103.4 FM serta Marin dari 93.0 RESPON FM.
Obrolan tersebut membahas pengalaman para penyiar selama menjalani aktivitas di dunia radio. Mulai dari awal mengenal siaran, persiapan sebelum mengudara, hingga berbagai kejadian unik selama berada di studio.
Adelya menceritakan dirinya mulai mengenal dunia siaran ketika masih kuliah. Ia pertama kali mengudara pada 2022 setelah sebelumnya tertarik mencoba radio kampus.
Sementara itu, Marin sudah mengenal dunia radio sejak 2021. Ia mengawali pengalaman siaran melalui radio streaming sebelum akhirnya semakin tertarik menekuni dunia penyiaran.
Bagi keduanya, pengalaman pertama menggunakan mikrofon menghadirkan rasa gugup. Namun, pengalaman tersebut perlahan membuat mereka semakin nyaman dan menemukan kesenangan dalam dunia siaran.
Menjadi penyiar juga membuat mereka harus beradaptasi dengan berbagai kondisi. Salah satunya ketika harus mengubah jadwal siaran dari malam menjadi siang.
Marin pernah terbawa suasana karena terlalu sering menemani pendengar pada malam hari. Ia sempat menyebut waktu malam saat sedang melakukan siaran siang, lalu mencoba mengatasinya dengan spontan.
Kesalahan serupa juga pernah dialami penyiar lain ketika membaca informasi berdasarkan jadwal. Ada pula pengalaman salah menyebut frekuensi hingga pendengar langsung mengingatkan melalui siaran langsung.
Menurut para penyiar, kemampuan berimprovisasi menjadi bagian penting dalam menjalankan siaran. Kesalahan tetap bisa terjadi, tetapi penyiar harus mampu mengatasinya tanpa membuat suasana menjadi canggung.
Pengalaman lain datang dari Guspri yang pernah salah jadwal saat hendak menjalankan siaran pagi. Ia sudah bangun, mandi, dan berangkat ke studio, tetapi ternyata jadwal siarannya bukan pada waktu tersebut.
Di balik berbagai kejadian tersebut, rutinitas siaran juga memberikan pengalaman baru bagi para penyiar. Mereka harus menyesuaikan diri dengan jadwal pagi, malam, maupun kondisi yang berubah secara tiba-tiba.
Siaran pagi bahkan membuat para penyiar melihat Kota Padang dari sisi berbeda. Jalanan yang biasanya ramai terlihat lebih tenang, sementara aktivitas masyarakat mulai bergerak sejak pagi.
Bagi para penyiar, pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang membuat dunia radio semakin menarik. SABANA PAGI pun menjadi ruang untuk berbagi cerita sekaligus memperlihatkan sisi lain kehidupan penyiar di balik mikrofon.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....