SABANA PAGI Ungkap Cerita Unik Penyiar dan Pendengar Radio
- 19 Sep 2026 17:23 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Program SABANA PAGI edisi khusus Hari Radio Nasional 2026 menghadirkan obrolan lintas radio di Kota Padang. Dalam kesempatan tersebut, penyiar membagikan pengalaman menarik selama berinteraksi dengan pendengar melalui siaran radio.
Salah satunya bersama penyiar dari 102.6 Padang FM yang diwakili Chindy, serta BOOS 104.2 FM bersama Alpian dan Christin. Bersama Guspri, mereka membahas berbagai pengalaman menarik selama menjadi bagian dari dunia radio.
Dalam obrolan tersebut, para penyiar menceritakan beragam pengalaman saat berinteraksi dengan pendengar. Karakter pendengar yang berbeda membuat setiap siaran memiliki cerita dan tantangan tersendiri.
Chindy mengungkapkan, pendengar Padang FM didominasi usia 40 tahun ke atas. Mereka kerap menghubungi radio untuk menyampaikan salam, meminta lagu, hingga berbagi cerita.
Interaksi tersebut terkadang menghadirkan cerita unik dari pendengar. Mulai dari kisah kehidupan sehari-hari, cerita tentang lingkungan sekitar, hingga pantun yang ditujukan kepada penyiar.
Para penyiar juga berusaha menjaga komunikasi tetap nyaman dan tidak memicu konflik. Setiap cerita yang disampaikan pendengar tetap disesuaikan dengan aturan dan SOP siaran.
| Baca juga: Ubah Menu Rumahan Jadi Mewah lewat Ponsel |
Menurut para penyiar, kesetiaan pendengar menjadi salah satu hal yang membuat radio tetap menarik. Bahkan, ada pendengar yang tetap menghubungi radio meski sebelumnya belum sempat mendapat respons.
Penyiar pun berusaha tidak membeda-bedakan pendengar selama pesan yang disampaikan masih sesuai dengan ketentuan. Hubungan tersebut akhirnya membuat pendengar merasa dekat dengan penyiar yang mereka dengarkan setiap hari.
Kedekatan itu juga terlihat dari berbagai bentuk perhatian pendengar kepada penyiar. Beberapa pendengar bahkan pernah mengirimkan makanan, buah, kue, hingga memberikan ucapan ulang tahun.
Perkembangan teknologi turut mengubah cara penyiar berinteraksi dengan pendengar. Kehadiran streaming membuat penyiar tidak hanya dituntut siap secara suara, tetapi juga lebih memperhatikan penampilan.
Meski demikian, para penyiar menilai kekuatan utama radio tetap berada pada suara dan interaksi. Radio memiliki kedekatan tersendiri karena pendengar dapat merasa ditemani melalui suara penyiar.
Obrolan dalam SABANA PAGI menunjukkan bahwa dunia radio tidak hanya berkaitan dengan musik dan berbicara di depan mikrofon. Di balik siaran, terdapat hubungan antara penyiar dan pendengar yang terus terbangun melalui komunikasi setiap hari.
Program SABANA PAGI edisi khusus Hari Radio Nasional 2026 menjadi ruang bagi para penyiar berbagai radio di Kota Padang untuk berbagi cerita. Program tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa radio masih memiliki tempat melalui kedekatan dengan pendengarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....