SABANA PAGI, Cerita Para Penyiar Memulai Karier di Radio
- 15 Sep 2026 08:29 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - September menjadi bulan istimewa bagi radio, khususnya pada 11 September yang diperingati sebagai Hari Radio Nasional. Tanggal tersebut juga menjadi momentum peringatan hari lahir Radio Republik Indonesia atau RRI.
Menyambut 11 September 2026, LPP RRI Padang melalui Programa 2 menghadirkan SABANA PAGI edisi khusus Hari Radio Nasional. Program tersebut mempertemukan penyiar Pro 2 dengan sejumlah penyiar dari radio lain di Kota Padang.
Salah satunya menghadirkan Chindy dari 102.6 Padang FM, serta Alpian dan Christin dari BOOS 104.2 FM. Bersama Guspri, mereka berbagi cerita mengenai pengalaman dan perjalanan selama menekuni dunia penyiaran.
Bagi sebagian penyiar, radio bukan menjadi pilihan sejak awal perjalanan mereka. Christin misalnya, mengenal dunia radio ketika mulai kuliah pada 2021 dan sebelumnya tidak memiliki pengalaman kerja.
Keinginan bekerja sekaligus mengisi waktu membawa Christin mencoba dunia radio. Dari sana, ia mulai memahami bahwa menjadi penyiar membutuhkan kemampuan membaca karakter pendengar.
Ia juga belajar bahwa siaran radio tidak sekadar berbicara di depan mikrofon. Penyiar harus memahami SOP, mengoperasikan perangkat, mengatur musik, serta tetap membangun suasana yang natural.
| Baca juga: Puasa sebagai Perjalanan Fisik dan Spiritual |
Pengalaman berbeda datang dari Alpian yang bergabung dengan radio pada 2022. Ia awalnya ingin meningkatkan kemampuan public speaking agar berguna untuk kuliah dan kehidupan profesional.
Setelah tiga bulan menjalani pelatihan, Alpian mulai mendapat kesempatan mengisi program berita. Ia kemudian menghadapi tantangan berbeda ketika masuk program berbahasa Minang.
Sementara itu, Chindy lebih dahulu mengenal dunia penyiaran melalui televisi. Pengalaman tersebut membuat masa pelatihannya di radio lebih singkat karena sudah memahami dasar-dasar penyiaran.
Perpindahan dari televisi ke radio tetap menghadirkan tantangan baru, terutama dalam mengoperasikan mixer secara mandiri. Ia juga harus membiasakan diri mengatur suara, musik, dan berbagai kebutuhan siaran secara langsung.
Ketiganya sepakat bahwa dunia radio memberikan banyak pengalaman yang tidak selalu terlihat pendengar. Di balik siaran yang terdengar santai, penyiar tetap membutuhkan persiapan, konsentrasi, dan kemampuan multitasking.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa setiap penyiar memiliki pintu masuk berbeda menuju dunia radio. Namun, pengalaman di balik mikrofon membuat mereka terus belajar dan berkembang bersama pendengar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....