Tips Mengatasi Tabung Gas Berbau atau Berbunyi saat di Pasang
- 30 Sep 2026 16:15 WIB
- Padang
RRI.CO.ID,Padang - Munculnya bunyi pada gas LPG tidak selalu berarti bahaya, namun bukan berarti menjadi hal yang wajar. Terutama untuk beberapa jenis bunyi yang terdengar. Untuk memahami mekanisme bunyi gas ini, mari kita memahaminya berdasarkan ilmu fisika.
Tidak bisa dipungkiri, kompor gas masih menjadi pilihan utama keluarga Indonesia. Namun kemudahan dan kenyamanan kompor gas juga dihadapkan pada beberapa tantangan klasik. Salah satu tantangan dari penggunaan kompor gas adalah masih adanya masalah-masalah kecil yang berpotensi kecelakaan serius. Masalah kecil yang umum ditemui adalah tiba-tiba terdengar bunyi mendesis atau sejenisnya pada tabung gas, terutama saat kompor masih menyala. Kondisi ini sering dikaitkan dengan gas bocor meskipun bunyi gas tidak selalu berarti ada kebocoran gas. Mari mengenali penyebab dan cara mengatasi gas bunyi dengan aman.
Liquified Petroleum Gas atau yang sering kita kenal sebagai gas LPG merupakan bahan bakar yang berbentuk cairan. Tabung gas, dalam ukuran dan jenis apa saja, menyimpan cairan tersebut dengan tekanan tinggi. Pemanfaatan gas LPG pada kompor gas berarti cairan tersebut harus mengalami proses penguapan dan salah satu caranya adalah dengan membuka katup tabung gas.
Tabung gas yang dibuka dengan ukuran kecil mampu memicu perubahan tekanan di dalam gas sehingga LPG dalam bentuk cair menguap menjadi gas. Kemudian gas tersebut disalurkan melalui lubang kecil pada regulator, selang gas, dan terakhir pada tungku pembakaran (burner). Proses berjalannya gas melalui saluran yang kecil tadi menuju area dengan tekanan yang lebih rendah membuat gas menguap dengan cepat.
Penguapan yang cepat menciptakan getaran atau turbulensi pada molekul gas serta udara yang bercampur di sekitarnya. Dari getaran inilah muncul gelombang suara dan hasilnya kita bisa mendengar suara desisan.Setelah memahami bagaimana bunyi terbentuk dari tabung gas, kini saatnya Anda mencermati beberapa jenis bunyi yang dihasilkan dan penyebabnya. Hal ini untuk membantu Anda waspada pada bunyi yang berbahaya.
Ketika suara mendesis gas pelan, halus, dan stabil, maka bunyi tersebut normal sebagai efek penguapan bahan bakar cair menjadi gas seperti yang dijelaskan di atas. Bunyi jenis ini paling sering muncul saat kompor sedang digunakan dan akan hilang ketika kompor mati.
Apabila bunyi gas keras, tidak stabil, dan berbau gas ringan hingga kuat menyengat, maka itu jadi salah satu tanda bahaya. Jenis bunyi ini adalah tanda paling umum dari masalah kebocoran gas. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari regulator yang longgar, karet katup tabung gas yang rusak atau aus, hingga selang berlubang atau rusak.
Jenis yang terakhir ini merupakan bunyi gas yang biasanya terjadi karena regulator tidak terpasang dengan pas atau memang sudah rusak. Bunyi tersebut umumnya terdengar dari area regulator dan tidak hilang saat kompor mati. Hal ini terjadi karena gas keluar dengan tidak normal sehingga bunyi yang dihasilkan tidak stabil.
Apabila Anda menemui jenis bunyi gas yang patut dicurigai sebagai potensi kecelakaan seperti yang sebutkan di atas .
Segera matikan kompor kemudian cabut regulator gas secara perlahan.
Jika aroma gas cukup pekat, buka semua ventilasi atau jendela dapur dan biarkan gas yang terbuang keluar rumah.
Setelah aroma udara kembali normal, periksa beberapa hal yang mungkin jadi penyebabnya. Mulai dari karet/seal pada regulator hingga posisi pemasangannya. Periksa juga kondisi selang gas saat itu dan pastikan tidak tertekuk, terlilit, atau terjepit.
Bila ada kerusakan pada karet katup tabung gas bawaan, ganti dengan karet yang kondisinya lebih baik.
Bila yang bermasalah adalah karet atau valve dalam regulator, sebaiknya segera ganti dengan regulator baru. Terutama jika Anda sudah menggunakan satu regulator yang sama lebih dari 1 tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....