Peran Radio tak Tergantikan di Era Disrupsi

  • 13 Sep 2026 01:32 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID , Padang – Radio Republik Indonesia bukan hanya sekedar lembaga penyiaran, ia adalah sejarah yang bersuara, saksi perjuangan dan mitra setia masyarakat Indonesia. Saat perjuangan RRI satu-satunya saluran untuk menyampaikan pesan serta berita perjuangan untuk dunia internasional. Radio jadi jembatan informasi yang menyatukan ditengah kondisi geografis kepulauan yang luas dan keterbatasan sarana komunikasi.

Pesan-pesan pembangunan, aspirasi rakyat mengalir melalui gelombangnya, radio hadir di desa, kota dan daerah perbatasan. Di tengah perkembangannya dari waktu kewaktu RRI tidak hanya menyampaikan berita tetapi juga melestarikan budaya daerah.

Ditengah derasnya arus informasi dan disrupsi media, RRI tetap memegang teguh prinsip siaran yang terpercaya,mendidik dan mempersatukan, dimoment-moment tertentu seperti bencana RRI selalu hadir saat rakyat membutuhkan informasi yang akurat. Perjalanan RRI belum berakhir, RRI terus beradaptasi, berinovasi dan tetap menjadi suara rakyat, suara persatuan dan suara NKRI yang tak tergantikan.

Dalam rangka memperingati hari radio tahun ini 2026 yang ke 81, Pro.1 RRI Padang menggelar dialog spesial dengan narasumber Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional(Lemhannas), Dr.H.Tb.Ace Hasan Syadzily, M.Si. Pada Dialog ini mengupas tentang peran strategis media penyiaran radio sebagai benteng pertahanan bangsa diera banjir informasi.

Era digital yang serba cepat, arus informasi bergerak tanpa batas, disrupsi informasi yang meliputi berita bohong(hoaks), narasi yang memecah belah hingga propaganda yang merusak persatuan menjadi tantangan nyata bagi keutuhan negara, dalam situasi ini RRI tetap jadi media radio yang tetap relevan dan dipercaya. Dalam Dialog yang digelar tgl 4 September 2026 di Pro.1 95.9 FM RRI Padang, Dr.Ace Hasan Syadzily menegaskan radio bukan sekadar media hiburan atau informasi, radio adalah ruang publik yang menjaga denyut nadi persatuan. "Di tengah banjir informasi yang tidak terverifikasi, radio memiliki tanggung jawab besar untuk jadi sumber kebenaran yang menenangkan, menyatukan dan memperkuat ketahanan nasional kita," ucapnya.

Lebih jauh ia juga menjelaskan bahwa ketahanan bangsa tidak hanya soal pertahanan militer, tetapi juga ketahanan sosial budaya dan ideologi. Salah satu keunggulan radio ini adalah kemampuan menjangkau seluruh lapisan masyarakat termasuk daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh jaringan internet. Radi jadi andalan saat terjadi bencana atau gangguan komunikasi.

Disrupsi informasi tidak akan berhenti, oleh karena itu diperlukan sinergi antara pengelola radio, pemerintah dan masyarakat. Penguatan kapasitas penyiar, peningkatan literasi media bagi pendengar serta penerapan standar jurnalistik yang ketat menjadi kunci agar radio tetap menjadi rujukan yang dipercaya. Mari jadikan radio sebagai rumah persatuan dimanapun kita berada, radio harus menjadi suara yang menyatukan sebagai satu bangsa yang utuh dan berdaulat.

Dialog ini diharapkan bisa menjadi moment pengingat ditengah derasnya arus informasi, radio tetap jadi penyangga kebenaran perekat persatuan bangsa. Peran ini butuh dukungan dan komitmen berkelanjutan dari semua pihak karena menjaga keutuhan NKRI adalah tugas dan tanggungjawab bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....