Jusuf Ronodipuro: Pemuda di Balik Mengudaranya Kabar Merdeka
- 01 Sep 2026 09:51 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Di balik kabar merdeka yang membakar semangat seluruh pelosok negeri pada 17 Agustus 1945, ada keberanian seorang pemuda berusia 26 tahun bernama Jusuf Ronodipuro. Saat teks Proklamasi dibacakan oleh Soekarno di Pegangsaan Timur, dunia luar belum mendengarnya.
Tentara Jepang menyegel radio Hoso Kyoku di Jakarta dan melarang keras berita tersebut disiarkan.
Namun, bagi Jusuf dan rekannya Mochtar Lubis, diam berarti menyerah pada penjajah.
Dengan jantung berdegup kencang, Jusuf mengabaikan ancaman sangkur Jepang yang mengepung stasiun radio. Ia menyelinap masuk ke ruang siaran tersembunyi, mengunci pintu dari dalam, dan memutar pemancar yang terhubung ke jaringan internasional.
Tepat pukul 19.00 WIB, suara Jusuf bergetar menyapa angkasa:
"Dengar, dengar! Ini Radio Hoso Kyoku Jakarta. Hari ini, 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaannya..."
Pesan itu ia ulangi dalam bahasa Inggris agar dunia mendengar kabar lahirnya sebuah bangsa baru.
Risikonya sangat mahal. Usai siaran, tentara Jepang mendobrak pintu. Jusuf disiksa secara brutal hingga terluka parah. Namun, rasa sakit di tubuhnya tak sebanding dengan kebanggaan di dadanya: kabar Indonesia merdeka telah terlanjur melintasi samudra dan tak bisa lagi ditarik kembali.
Jusuf Ronodipuro bukan sekadar penyiar; ia adalah perintis yang membuktikan bahwa suara kejujuran dan keberanian mampu menembus dinding tebal ketakutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....