Jejak Para Pejuang RRI Mempertahankan Kemerdekaan

  • 31 Agt 2026 20:55 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Radio Republik Indonesia (RRI) memainkan peran sangat krusial dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, terutama saat Agresi Militer Belanda I dan II. Melalui siaran udara, para tokoh RRI menyebarkan kabar proklamasi serta menyuarakan eksistensi Republik Indonesia ke seluruh dunia.

1. Abdulrahman Saleh (Si Jago Udara)

  • Peran: Perintis RRI dan tokoh kunci penyiaran awal kemerdekaan.

  • Kontribusi: Mendirikan Radio VHO (kemudian menjadi cikal bakal RRI) dan menjadi pemimpin pertama RRI setelah resmi berdiri pada 11 September 1945. Beliau gugur saat pesawat VT-CLA yang dibawanya jatuh ditembak Belanda di Yogyakarta pada 29 Juli 1947.

2. Jusuf Ronodipuro

  • Peran: Penyiar proklamasi dan perintis RRI.

  • Kontribusi: Membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan melalui pemancar radio Hoso Kyoku Jakarta pada 17 Agustus 1945 ke seluruh nusantara dan dunia, meskipun harus menghadapi intimidasi dan kekerasan dari tentara Jepang.

3. Sutarjo Kartohadikusumo, M. Sardi, dan Soerjodipuro

  • Peran: Para pendiri dan delegasi RRI.

  • Kontribusi: Berinisiatif mengumpulkan perwakilan dari 8 stasiun radio eks-Jepang di Pulau Jawa pada tanggal 11 September 1945 di Jakarta, yang menghasilkan piagam pendirian RRI dan kesepakatan Tri Prasetya RRI.

4. Sutarto (RRI Surakarta)

  • Peran: Pelopor siaran gerilya RRI Surakarta.

  • Kontribusi: Mengendalikan siaran darurat dari daerah pedalaman saat Kota Surakarta diserang Belanda, menjaga semangat perlawanan rakyat melalui jaringan pemancar tersembunyi.

5. Soemarmadi dan Tim RRI Rimba Raya (Aceh)

  • Peran: Pengelola Pemancar Radio Rimba Raya di Bener Meriah, Aceh.

  • Kontribusi: Memancarkan siaran berita bahwa Republik Indonesia masih berdiri tegak saat Agresi Militer Belanda II (1948–1949), menyanggah klaim Belanda bahwa Indonesia telah hancur setelah Yogyakarta jatuh dan pimpinan nasional ditangkap.

6. Kaharuddin Yosodipuro & Tim RRI PDRI (Sumatra Barat)

  • Peran: Penyiar dan operator Radio Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI).

  • Kontribusi: Bergerak secara gerilya dari hutan ke hutan di wilayah Sumatra Barat membawa pemancar portabel untuk menyebarkan instruksi PDRI di bawah pimpinan Sjafruddin Prawiranegara serta mengabarkan keberadaan Indonesia ke mancanegara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....