Insan Radio Sumatra Barat Merapat dan Memperkuat Barisan
- 31 Agt 2026 16:48 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang — Pagi yang cerah di penghujung Agustus 2026 menjadi saksi berseminya semangat baru bagi insan penyiaran di Sumatra Barat. Bertempat di lobi utama RRI Padang, para pengelola radio publik dan swasta berkumpul dalam ajang silaturahmi penuh kehangatan bersama Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) Sumatera Barat, Rabu, (26/8/2026).
Kegiatan yang digagas oleh Kepala LPP RRI Padang, Yulian S. Saaba ini berhasil menyatukan jajaran perwakilan radio swasta terkemuka di Sumatra Barat. Hadir di antaranya perwakilan dari Pesona FM, Kiara FM, Boos FM, Respon Radio, Piaman FM, Arbes FM, Sushi FM, Classy FM, serta sejumlah stasiun radio lainnya. Suasana akrab langsung terasa; gelak tawa dan nostalgia menyatu mengingat panjangnya rekam jejak kerja sama yang pernah terjalin di antara mereka.
Pertemuan bermodel coffee morning ini menjadi ruang muara bagi tumpahan kegelisahan, ajang berbagi pengalaman, sekaligus wadah merajut harapan di tengah disrupsi media. Tak dipungkiri, industri radio saat ini menghadapi tantangan yang makin kompleks, mulai dari derasnya gempuran media sosial, menjamurnya platform digital, keterbatasan sumber daya, hingga ketatnya persaingan pasar.
Dalam sambutannya yang hangat, Kepala LPP RRI Padang, Yulian S. Saaba, menegaskan pentingnya mengubah cara pandang terhadap keberadaan radio di era modern.
"Radio bukan sekadar alat penyampai berita, melainkan jantung informasi yang menyentuh hati masyarakat. Dengan berkumpulnya kita di sini, semoga lahir ide-ide segar serta kolaborasi yang kian erat," ujar Yulian.
Suasana diskusi mengalir cair tanpa sekat. Berbagai isu strategis mengemuka, terutama mengenai tuntutan adaptasi teknologi, inovasi program, hingga strategi merawat loyalitas pendengar di era digital. Seluruh peserta sepakat bahwa di tengah arus informasi tanpa batas, radio harus tetap menjaga standar etika, akurasi, dan nilai edukasi.
Mengingat Sumatra Barat merupakan wilayah rawan bencana, peran radio sebagai saluran informasi darurat yang cepat dan tepercaya menjadi poin krusial yang terus disoroti. Kecepatan, kedekatan emosional, dan kepercayaan publik yang telah terbangun puluhan tahun dinilai sebagai modal utama yang tak dimiliki platform lain.
Pertemuan ini melahirkan sejumlah gagasan konkrit, salah satunya pembentukan forum komunikasi rutin bagi insan radio se-Sumatra Barat. RRI ditegaskan bukan sebagai kompetitor bagi radio swasta, melainkan mitra strategis yang saling melengkapi melalui kolaborasi konten, liputan bersama untuk peristiwa besar, hingga peningkatan kapasitas SDM.
Ketua PRSSNI Sumatera Barat, S.Y. Andika, menyambut baik momentum bersejarah ini dan mendorong adanya tindakan nyata secara berkelanjutan.
"Pertemuan ini jangan menjadi yang pertama dan terakhir. Insan radio harus bersatu, berkarya, dan memberi manfaat. Dunia sudah berubah jauh; jika kita biasa-biasa saja tanpa inovasi, radio akan tertinggal," tegas Andika.
Di balik seruput kopi dan perbincangan hangat pagi itu, tersirat optimisme yang kuat. Insan radio Sumatra Barat menyadari bahwa gelombang suara kini harus bertransformasi, menembus batas streaming, media sosial, dan platform multi-kanal. Selama dedikasi dan kebersamaan itu ada, radio tak sekadar bertahan, tetapi akan terus hidup dan berdampak bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....