Keluarga Mandiri Dimulai dari Cara Bijak Mengelola Keuangan
- 21 Agt 2026 15:18 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang- Kemerdekaan finansial dalam keluarga tidak selalu ditandai dengan banyaknya uang, kepemilikan aset, investasi yang beragam, atau terbebas dari utang. Hal yang lebih penting adalah kemampuan keluarga dalam mengelola keuangan secara bijak agar setiap pengeluaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan diarahkan untuk mencapai tujuan finansial keluarga.
Hal tersebut disampaikan Dr. Laynita Sari, SE, MM, Ak, CA, praktisi sekaligus akademisi di bidang manajemen keuangan, dalam Program Jendela Keluarga Pro 4 RRI Padang dengan pembahasan bertema “Merdeka Finansial, Keluarga Lebih Mandiri”. Ia menjelaskan bahwa konsep merdeka finansial kerap dipahami secara keliru karena masih banyak orang menganggap seseorang sudah merdeka secara finansial ketika memiliki banyak uang atau tidak mempunyai utang.
Menurut Laynita, kondisi tersebut belum tentu menunjukkan seseorang telah mencapai kemerdekaan finansial. Seseorang yang memiliki uang hingga miliaran rupiah, banyak rumah atau aset, serta berbagai bentuk investasi tetap belum dapat dikatakan merdeka secara finansial apabila tidak mampu mengelola seluruh sumber daya keuangannya dengan baik.
“Merdeka finansial itu kita bisa memanage atau mengelola uang kita, kita bisa belanjakan sesuai dengan kebutuhan, bukan keinginan, dan untuk mencapai tujuan kita,” jelas Laynita.
Ia menambahkan, memiliki investasi di berbagai tempat juga bukan satu-satunya ukuran kemerdekaan finansial. Jika seluruh uang yang dimiliki hanya dialokasikan untuk investasi sementara kebutuhan sehari-hari tidak terpenuhi dengan baik, kondisi tersebut justru menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan belum berjalan secara seimbang.
Terbebas dari seluruh utang memang dapat menjadi kondisi yang baik, tetapi menurut Laynita, tidak adanya utang saja belum cukup untuk menyimpulkan bahwa seseorang telah merdeka secara finansial. Yang menjadi kunci adalah bagaimana seseorang mampu mengatur pendapatan, pengeluaran, aset, kewajiban, serta tujuan keuangannya secara terencana.
Dalam konteks keluarga, kemampuan mengelola keuangan menjadi semakin penting karena kebutuhan yang harus dipenuhi tidak hanya bersifat individual. Keluarga perlu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, sehingga pendapatan yang diperoleh dapat digunakan untuk hal-hal yang benar-benar penting sekaligus mendukung pencapaian tujuan keluarga di masa depan.
Laynita juga mengingatkan bahwa besarnya pendapatan bukan satu-satunya faktor yang menentukan kondisi finansial keluarga. Pendapatan yang besar tanpa pengelolaan yang tepat dapat habis untuk berbagai pengeluaran, sementara pendapatan yang lebih terbatas tetap dapat dikelola dengan baik apabila keluarga memiliki perencanaan dan prioritas yang jelas.
Dengan demikian, merdeka finansial bukan tentang seberapa banyak uang yang dimiliki, melainkan seberapa mampu seseorang dan keluarganya mengendalikan serta mengelola uang tersebut. Ketika keuangan dikelola berdasarkan kebutuhan, prioritas, dan tujuan yang jelas, keluarga memiliki peluang lebih besar untuk menjadi mandiri dan tidak mudah mengalami tekanan finansial.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....