Mendorong Partisipasi Anak dalam Mencapai Prestasi Akademik dan Non Akademik

  • 28 Jul 2026 15:06 WIB
  •  Padang
Poin Utama
  • Konsep partisipasi bermakna menempatkan anak sebagai subjek utama pembangunan sekolah, bukan sekadar objek pendengar yang pasif.
  • SMPN 2 Padang berkomitmen memfasilitasi potensi siswa dengan merencanakan program ekstrakurikuler resmi di bidang penyiaran dan podcast untuk melatih public speaking serta rasa percaya diri.
  • Pembinaan bakat anak perlu dimasukkan ke dalam sistem sekolah yang terstruktur (seperti agenda dan program tahunan) agar tetap berjalan berkelanjutan meskipun terjadi pergantian kepemimpinan sekolah.

RRI.CO.ID, Padang - Setiap anak memiliki potensi unik yang patut mendapatkan perhatian serta ruang tumbuh secara optimal dalam lingkungan pendidikan. Melalui program dialog Interaktif bertajuk IDOLA pada Minggu, 26 Juli 2026 di RRI Pro 1 Padang membahas pentingnya partisipasi anak yang penuh makna.

Pembahasan ini menghadirkan tiga orang narasumber yang mewakili unsur pemerhati anak, pihak sekolah, serta siswa berprestasi. Ketua Yayasan Ruang Anak Dunia, Wanda Leksmana menekankan bahwa anak seharusnya ditempatkan sebagai subjek utama dalam pembangunan.

Konsep partisipasi bermakna menuntut sekolah untuk selalu mendengarkan serta memfasilitasi kebutuhan tumbuh kembang seluruh siswa secara berkelanjutan. Salah satu kegiatan positif yang mengajak partisipasi positif anak diantaranya Bintang Sobat SMP.

Ajang Bintang Sobat SMP Tingkat Nasional menjadi bukti nyata keberhasilan penyaluran bakat anak di luar bidang akademik. Andrew Arsya Mandala menceritakan perjuangannya hingga mampu meraih prestasi yang sangat membanggakan dalam ajang ini di tingkat nasional.

Siswa SMPN 2 Padang tersebut berhasil membuktikan bahwa prestasi non-akademik dapat berjalan seimbang dengan pencapaian akademik sekolah. Remaja berbakat ini sukses mempertahankan posisi juara 1 akademik di kelasnya sembari aktif menjadi penyiar Star Radio.

Sementara, Kepala SMPN 2 Padang Dina Ayudia menjelaskan tekad sekolah dalam terus mendukung dan memfasilitasi setiap bakat milik siswa di sekolah yang dipimpinnya. Pihak sekolah berencana mematenkan kegiatan penyiaran dan podcast menjadi program ekstrakurikuler resmi untuk mengasah rasa percaya diri.

Dina menambahkan keberhasilan pembinaan anak sangat bergantung pada kolaborasi erat antara pihak pengajar dan orang tua murid. Pendampingan yang intensif dari lingkungan terdekat akan mencegah anak terjerumus ke dalam lingkaran aktivitas yang bernilai negatif.

Pengalihan energi anak menuju kegiatan positif terbukti ampuh membendung maraknya ancaman perundungan serta kecanduan perangkat gawai pintar. Tenaga pendidik diimbau untuk tidak membandingkan kemampuan para siswa agar menghindari gangguan psikologis trauma pada anak.

Integrasi wadah kegiatan ke dalam sistem sekolah menjadi langkah krusial untuk menjamin keberlanjutan proses pembinaan bakat anak. Pembentukan sistem tahunan membuat program pengembangan potensi peserta didik tetap berjalan meskipun terjadi pergantian kepemimpinan di sekolah.

Seluruh elemen masyarakat bertanggung jawab menyiapkan jembatan terbaik bagi generasi penerus demi menyambut bonus demografi tahun 2045. Pemenuhan hak anak pada masa sekarang menjadi kunci utama lahirnya calon pemimpin masa depan Indonesia yang berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....