Waspada, Jangan Memaksa Melintas saat Palang Pintu Kereta Api Turun

  • 29 Jul 2026 10:17 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Menunggu kereta melintas di perlintasan kereta sering kali menjadi momen yang menguji kesabaran, terutama bagi para pengendara sepeda motor. Area perlintasan kereta adalah salah satu titik paling rawan kecelakaan yang menuntut tingkat kewaspadaan dan disiplin tinggi dari setiap pengguna jalan.

Etika paling mendasar yang harus diterapkan agar meminimalisir kecelakaan dengan dimulai saat sirine peringatan berbunyi dan palang penghalang mulai bergerak turun. Begitu tanda-tanda tersebut terlihat atau terdengar, pengendara sepeda motor harus segera mengurangi kecepatan dan bersiap untuk berhenti secara perlahan.

Menambah kecepatan saat palang penghalang sedang turun adalah tindakan sangat berbahaya. Maka saat menghentikan kendaraan, pastikan berada tepat di belakang garis stop yang telah disediakan dan tidak melebihi batas tersebut.

Berhenti terlalu dekat dengan palang penghalang, apalagi berada di bawahnya, bukan hanya melanggar aturan lalu lintas tetapi juga menempatkan diri dalam posisi yang sangat rentan bahaya.

Kemudian saat berhenti dilarang mengambil lajur lawan arah. Ketika melihat antrean kendaraan di jalur kiri, tidak sedikit pemotor yang nekat berpindah ke sisi kanan jalan demi bisa berdiri di barisan paling depan. Sikap egois ini harus dihindari karena sangat merugikan pengguna jalan lainnya.

Ketika kendaraan dari kedua arah sama-sama memenuhi seluruh badan jalan, tidak ada ruang bagi arus lalu lintas dari arah berlawanan untuk bergerak. Alih-alih sampai lebih cepat, semua pengendara justru terjebak dalam kemacetan yang panjang dan sia-sia.

Selain posisi berhenti, menjaga jarak aman dari perlintasan juga sangat penting untuk keselamatan fisik pengendara. Usahakan untuk memberi jarak setidaknya dua hingga tiga meter dari palang pintu perlintasan. Kereta api yang melintas dengan kecepatan tinggi membawa hembusan angin yang sangat kuat serta berpotensi melempar batu-batu kerikil dari rel ke arah luar.

Etika berkendara juga mencakup rasa saling menghargai kenyamanan sesama pengguna jalan, terutama di malam hari. Bagi pengendara motor yang berada di barisan paling depan, ubahlah sorot lampu utama menjadi lampu dekat atau matikan sementara agar tidak menyilaukan mata pengendara dari arah berlawanan maupun petugas penjaga perlintasan. Menahan diri untuk tidak membunyikan klakson secara berlebihan juga kebiasaan baik.

Ketika kereta api selesai melintas dan palang pintu mulai terangkat sepenuhnya, mulailah melaju kembali dengan tertib dan sabar. Biarkan arus kendaraan terurai secara perlahan dari barisan paling depan tanpa perlu langsung menancap gas secara mendadak atau menyerobot kendaraan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....