Gaya Hidup Halal yang Tetap Relevan bagi Generasi Muda
- 26 Jul 2026 13:59 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Gaya hidup halal kerap dipandang sebatas memilih makanan dan minuman yang sesuai dengan syariat Islam. Padahal, konsep halal memiliki makna yang lebih luas karena mencakup cara berpikir, bersikap, hingga menjalani kehidupan sehari-hari sesuai dengan tuntunan Allah SWT.
Hal tersebut menjadi pembahasan dalam Program Muda Bertaqwa RRI Pro 2 Padang yang menghadirkan narasumber Ustazah Resti Wahyuni, S.Pd.I., M.Pd. Melalui tema "Stay Halal Stay Cool", ia mengajak generasi muda memahami bahwa menjalankan syariat bukanlah sesuatu yang membatasi, melainkan menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih baik.
Dalam dialog tersebut, Ustazah Resti menjelaskan bahwa halal merupakan identitas seorang muslim yang tercermin dalam setiap aspek kehidupan. Menurutnya, menjalankan syariat tidak hanya terlihat dari ibadah, tetapi juga dari cara seseorang menjaga ucapan, pergaulan, pekerjaan, hingga memilih sesuatu yang dikonsumsi.
Ia menegaskan bahwa syariat Islam hadir sebagai pedoman hidup yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, sesama manusia, maupun dengan dirinya sendiri. Karena itu, gaya hidup halal bukan sekadar pilihan, melainkan bentuk ketaatan seorang muslim kepada aturan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.
Ustazah Resti juga menyoroti anggapan sebagian anak muda yang menganggap hidup sesuai syariat membuat seseorang terlihat ketinggalan zaman. Menurutnya, pandangan tersebut perlu diluruskan karena nilai-nilai Islam tetap relevan diterapkan di tengah perkembangan zaman yang terus berubah.
Ia menjelaskan bahwa menjadi pribadi yang taat tidak berarti harus menjauh dari kemajuan atau kreativitas. Justru dengan tetap berpegang pada prinsip halal, generasi muda dapat berkarya, berprestasi, dan berkontribusi bagi masyarakat tanpa harus mengorbankan nilai-nilai agama.
Selain itu, Ustazah Resti mengingatkan bahwa kehidupan modern menghadirkan banyak pilihan yang tidak semuanya sesuai dengan syariat. Oleh sebab itu, setiap muslim perlu memiliki kemampuan membedakan mana yang diperbolehkan dan mana yang harus dihindari agar tidak mudah terbawa arus.
Di akhir dialog, ia mengajak generasi muda untuk menjadikan gaya hidup halal sebagai kebiasaan yang membanggakan. Menurutnya, menjadi muslim yang taat bukan berarti kehilangan jati diri, melainkan menunjukkan bahwa menjalankan syariat dapat berjalan seiring dengan semangat berkarya, berprestasi, dan menghadapi perkembangan zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....