Tips Memilih Mainan Buat Anak agar Nyaman dan Sehat
- 14 Jul 2026 07:49 WIB
- Padang
RRI.CO.ID,Padang - Pilihlah mainan berlabel SNI yang sesuai usia dan terbuat dari bahan tidak beracun (bebas BPA/timbal) serta memiliki permukaan halus tanpa sudut tajam. Hindari mainan berukuran kecil untuk balita agar tidak mudah tertelan, dan pastikan mainan mudah dibersihkan untuk menjaga kesehatan anak.
Panduan Memilih Mainan Anak
Memilih mainan yang tepat tidak hanya menjamin kenyamanan fisik dan kesehatan anak, tetapi juga mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal. Berikut adalah kriteria utama yang wajib diperhatikan:
1. Pastikan Keamanan Material dan Desain
Kesehatan anak bergantung pada bahan dan bentuk mainan yang mereka pegang setiap hari.
- Bahan Non-Toksik: Pastikan mainan tidak berbau menyengat dan memiliki cat yang tidak mudah luntur saat dijilat atau digigit.
- Bebas Sudut Tajam: Cek setiap sisi mainan. Pastikan tidak ada bagian yang tajam, kasar, atau berbahan mudah pecah.
- Ukuran Sesuai (Anti-Tersedak): Untuk anak di bawah usia 3 tahun, hindari mainan atau bagian mainan yang lebih kecil dari mulut mereka untuk mencegah risiko tersedak.
2. Pilih Berdasarkan Usia dan Tumbuh Kembang
Setiap fase usia membutuhkan jenis stimulasi motorik dan sensorik yang berbeda.
- Bayi (0-12 bulan): Pilih mainan yang merangsang indra, seperti rattle (mainan kerincing), teether (mainan gigitan saat tumbuh gigi), dan cermin aman.
- Balita (1-3 tahun): Anak mulai aktif mengeksplorasi. Berikan balok susun, bola, atau mainan dorong untuk melatih koordinasi fisik.
- Prasekolah (3-5 tahun): Utamakan mainan yang memicu imajinasi dan kemampuan pemecahan masalah seperti puzzle, buku gambar, atau alat musik sederhana.
Untuk tips tambahan tentang pentingnya kombinasi tekstur, bentuk, dan suara dalam merangsang tumbuh kembang secara tepat.
3. Utamakan Mainan Edukatif dan Mudah Dibersihkan
Mainan yang baik adalah mainan yang bisa dimainkan dengan berbagai cara (open-ended play).
- Stimulasi Dua Arah: Hindari ketergantungan gawai (gadget). Pilih mainan yang mendorong interaksi dua arah seperti boneka atau set permainan peran.
- Mudah Dicuci: Mainan berbahan kain harus mudah dicuci, sedangkan mainan plastik harus mudah dilap dengan disinfektan agar terbebas dari kuman dan bakteri.
Panduan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menyarankan untuk tidak mudah tergiur harga mahal. Benda-benda sederhana di rumah seringkali bisa menjadi media bermain yang aman dan edukatif asalkan tetap dalam pengawasan orang tua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....