Syariat : antara Aku Mau dan Allah Mau

  • 26 Jul 2026 14:35 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Sebagai manusia, seseorang terkadang hanya berharap keinginannya dapat terwujud selama hidup di dunia. Ketika harapan tersebut tidak menjadi kenyataan, tidak sedikit yang justru kecewa bahkan menyalahkan Tuhan.

Selain itu, manusia sering kali lebih mementingkan apa yang diinginkannya daripada memahami ajaran agamanya. Akibatnya, tidak sedikit yang terlena dan mengabaikan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Pada Program Muda Bertaqwa RRI Pro 2 Padang, Ustazah Resti Wahyuni , mengajak para pendengar, khususnya generasi muda, untuk memahami pentingnya mendahulukan kehendak Allah dibandingkan keinginan pribadi. Tema yang diangkat dalam program tersebut adalah "Syariat Antara Aku Mau dan Allah Mau."

Dalam dialog tersebut, Ustazah Resti menjelaskan bahwa Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup bagi umat manusia. Di dalam Islam terdapat akidah sebagai dasar keimanan dan syariat sebagai aturan yang mengatur kehidupan seorang muslim secara menyeluruh.

Menurut Ustazah Resti, seseorang yang mengaku beriman kepada Allah harus menunjukkan keimanannya melalui kepatuhan terhadap syariat. Keimanan bukan hanya tersimpan di dalam hati, tetapi juga diwujudkan melalui ketaatan terhadap perintah Allah SWT dan Rasul-Nya.

Ia juga menjelaskan bahwa syariat mengatur hubungan manusia dengan Allah, hubungan antarsesama manusia, hingga hubungan manusia dengan dirinya sendiri. Mulai dari ibadah, akhlak, makanan halal, pergaulan, hingga kehidupan bermasyarakat telah diatur dalam Al-Qur'an dan hadis.

Ustazah Resti mengingatkan bahwa generasi muda saat ini menghadapi tantangan besar berupa standar kehidupan yang banyak dibentuk oleh media sosial. Kondisi tersebut kerap membuat seseorang lebih mengikuti keinginan pribadi dan tren yang berkembang dibandingkan aturan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Sebagai contoh, ia menyinggung persoalan pergaulan bebas, kewajiban menutup aurat, hingga gaya hidup yang bertentangan dengan syariat. Menurutnya, ketika keinginan pribadi berbenturan dengan perintah Allah SWT, seorang muslim hendaknya memilih untuk menaati syariat sebagai bentuk keimanan.

Di akhir dialog, Ustazah Resti menegaskan bahwa standar kehidupan seorang muslim harus bersumber dari Al-Qur'an dan hadis, bukan dari opini maupun tren yang berkembang di masyarakat. Ia pun mengajak generasi muda untuk tetap istiqamah menjalankan syariat sebagai bekal menghadapi kehidupan di dunia maupun di akhirat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....