Produktif tanpa Maksiat, Kunci Generasi Muda Hadapi Tantangan Zaman

  • 26 Jul 2026 13:52 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Perkembangan teknologi telah mengubah cara hidup generasi muda dan menghadirkan tantangan baru yang berbeda dengan masa lalu. Jika dahulu pemuda menghadapi ancaman penjajahan secara fisik, kini mereka dihadapkan pada kemudahan teknologi yang berpotensi membuat waktu luang terbuang untuk aktivitas yang tidak bermanfaat apabila tidak digunakan secara bijak.

Kemudahan teknologi memang membantu berbagai aktivitas sehari-hari, tetapi di sisi lain juga membuat sebagian generasi muda memiliki lebih banyak waktu luang. Sayangnya, tidak sedikit yang menghabiskan waktu tersebut untuk hiburan berlebihan dan kegiatan yang tidak memberi manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan.

Dalam Program Muda Bertaqwa di RRI Pro 2 Padang, Ustaz Bima Mairada Putra, S.H., C.Ps., mengajak generasi muda memanfaatkan masa muda dengan kegiatan yang produktif sesuai ajaran Islam. Ia menegaskan setiap muslim perlu mengisi masa mudanya dengan aktivitas yang bernilai ibadah dan membawa manfaat bagi kehidupan.

Ustaz Bima menjelaskan bahwa produktif tanpa maksiat berarti mengisi waktu dengan aktivitas yang mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memberikan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Menurutnya, produktivitas tidak hanya berkaitan dengan pencapaian duniawi, tetapi juga harus bernilai kebaikan dan keberkahan.

Ia juga menegaskan bahwa masa muda merupakan fase terbaik untuk belajar, berkarya, dan membangun karakter. Semangat, energi, dan kesempatan yang dimiliki pada usia muda harus dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi serta mempersiapkan masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Bima mengingatkan berbagai bentuk maksiat yang kini mudah dijumpai, baik secara langsung maupun melalui media digital, seperti mengakses konten negatif dan terlibat dalam judi online. Perilaku tersebut dapat melemahkan keimanan, mengganggu ketenangan hati, merusak masa depan, serta menghambat perkembangan potensi generasi muda.

Untuk menghindari hal tersebut, Ustaz Bima mengajak generasi muda memperbanyak ibadah, menjaga salat, membaca Al-Qur'an, mengikuti kajian keagamaan, dan memperbanyak zikir. Ia juga menekankan pentingnya mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat agar terhindar dari perbuatan yang merugikan.

Menurutnya, generasi muda dapat memanfaatkan waktu luang dengan belajar, berorganisasi, berwirausaha, berolahraga, menjadi relawan, atau bergabung dalam komunitas yang membawa dampak positif. Berbagai kegiatan tersebut tidak hanya mengembangkan kemampuan diri, tetapi juga memberikan manfaat bagi orang lain, terutama jika dilakukan dengan niat beribadah.

Ustaz Bima juga mengingatkan pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang baik karena teman memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter dan kebiasaan seseorang. Selain itu, orang tua berperan penting dalam membimbing, mengawasi, dan memberikan teladan kepada anak sejak usia dini.

Ia turut mengajak generasi muda memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah, berbagi ilmu, dan menyebarkan konten positif. Generasi muda perlu menghindari penggunaan media sosial untuk bermaksiat maupun menyebarkan konten yang memicu konflik, perpecahan sosial, dan kepanikan di tengah masyarakat.

Di akhir tausiyahnya, Ustaz Bima mengajak generasi muda menjadi pribadi yang produktif, berprestasi, dan berakhlak baik. Ia menegaskan bahwa produktivitas tidak hanya diukur dari banyaknya aktivitas yang dilakukan, tetapi juga dari manfaat serta keberkahan yang dihasilkan bagi diri sendiri dan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....