Fenomena Mukbang yang Menjadi Candu Digital

  • 31 Mei 2026 10:05 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Tren menonton orang makan dalam porsi besar atau mukbang kini telah menjadi fenomena global yang sangat luar biasa. Jutaan pasang mata setiap hari terpaku menyaksikan para konten kreator menghabiskan sepiring penuh makanan lezat.

Dikutip dari nationalgeographic.grid.id, fenomena ini berawal dari Korea Selatan pada sekitar tahun dua ribu sembilan belas yang lalu. Istilah mukbang sendiri merupakan gabungan dari kata bahasa Korea yang berarti makan dan juga siaran langsung.

Pada awal kemunculannya tradisi digital ini lahir sebagai solusi atas masalah kesepian masyarakat urban di kota besar. Menonton siaran makan bersama secara virtual memberikan rasa hangat layaknya sedang menyantap hidangan bersama keluarga tercinta.

Para penonton merasa kebutuhan psikologis mereka terpenuhi ketika melihat seseorang menikmati makanan dengan sangat lahap sekali. Efek suara kunyahan yang renyah dan menggelitik juga memberikan sensasi kepuasan tersendiri bagi pendengar setianya tersebut.

Seiring berjalannya waktu budaya mukbang mulai diadopsi oleh berbagai kreator konten dari seluruh penjuru dunia internasional. Mereka menyajikan makanan khas negara masing-masing demi menarik perhatian penonton global yang haus akan hiburan unik.

Kini industri hiburan makan besar telah berkembang menjadi ladang bisnis yang menghasilkan keuntungan materi sangat melimpah. Banyak kreator sukses mendapatkan penghasilan fantastis hanya dengan mengunggah video aktivitas makan mereka ke jagat maya.

Meskipun sangat menghibur tren ini juga mulai memicu kekhawatiran terkait dampak buruk kesehatan bagi para pelakunya. Konsumsi makanan berkalori tinggi secara berlebihan tentu dapat menimbulkan berbagai macam penyakit berbahaya di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....