Perbedaan Tahu Tradisional dan Tofu Sutra yang Sering Dianggap Sama
- 26 Mei 2026 07:44 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Tahu dan tofu merupakan dua jenis produk olahan kedelai yang sangat populer di dalam dunia kuliner internasional. Meskipun sekilas terlihat sangat mirip satu sama lain kedua bahan makanan ini sebenarnya memiliki perbedaan yang besar.
Dikutip dari Fimela, perbedaan mendasar dari kedua panganan sehat ini terletak pada proses penggumpalan sari kedelai saat diproduksi pabrik. Tahu tradisional menggunakan bahan pengental berupa asam atau kalsium sulfat untuk memisahkan kandungan air dari dadih susu.
Proses penyaringan dan pengepresan pada tahu dilakukan dengan menggunakan kain tipis dalam waktu yang cukup lama sekali. Langkah tersebut menghasilkan tekstur padat yang sangat kokoh sehingga tidak mudah hancur saat diolah menjadi masakan.
Sementara itu proses pembuatan tofu sutra tidak melalui tahap pengepresan dadih sama sekali seperti pada tahu biasa. Sari kedelai langsung dicampur dengan bahan koagulan glucono delta-lactone kemudian dikemas rapat di dalam wadah plastik khusus.
Metode produksi modern tersebut menghasilkan produk olahan kedelai yang memiliki tekstur sangat lembut mirip seperti puding. Kandungan air yang sangat tinggi di dalam tofu membuatnya terasa meleleh lembut saat menyentuh permukaan lidah Anda.
Karakteristik tekstur yang berbeda ini tentu saja memengaruhi cara pengolahan kedua bahan pangan tersebut di dalam dapur. Tahu sangat cocok untuk digoreng, ditumis, atau dibakar karena strukturnya mampu mempertahankan bentuk aslinya dengan sangat baik.
Di sisi lain tofu lebih ideal digunakan sebagai bahan campuran sup hangat atau disajikan segar sebagai hidangan penutup. Memahami perbedaan karakteristik unik ini akan sangat membantu Anda dalam menyajikan hidangan berbahan kedelai secara lebih tepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....