Tradisi Unik Lebaran di Ranah Minang Sumatra Barat
- 26 Mar 2026 08:43 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Lebaran atau Idulfitri menjadi momen yang paling ditunggu oleh umat Muslim di seluruh dunia. Umat Muslim Indonesia akan memenyambut lebaran dengan beragam tradisi.Begitu pula halnya masyarakat Minangkabau di Sumatra Barat (Sumbar). Ada sejumlah tradisi yang masih dilakukan oleh masyarakat Minang pada momen Hari Raya Idulfitri. Berikut di antaranya:
Masyarakat Minangkabau memiliki berbagai tradisi unik dalam merayakan Lebaran (Idulfitri) yang menggabungkan nilai-nilai agama dengan adat istiadat setempat yang kental dengan semangat kebersamaan. Berikut adalah beberapa tradisi utama yang masih lestari hingga saat ini:
Tradisi lebaran di Minangkabau sangat kental dengan nuansa gotong royong dan kekeluargaan, ditandai dengan
Pulang Basamo (mudik bersama), Marandang (memasak rendang), dan Malamang (membuat lemang). Tradisi lainnya meliputi Manjalang Mintuo (berkunjung ke mertua), ziarah kubur, serta tradisi unik seperti Manambang (anak-anak berkeliling meminta THR) dan Bakajang di Lima Puluh Kota.
Berikut adalah detail tradisi lebaran di Minangkabau:
Pulang Basamo (Mudik Bersama): Perantau Minang kembali ke kampung halaman secara kolektif, memperkuat ikatan emosional dan budaya.
Marandang (Memasak Rendang): Memasak rendang bersama-sama dalam jumlah besar, sebagai hidangan wajib yang melambangkan kebersamaan.
Malamang (Membuat Lemang): Membuat lamang (beras ketan dalam bambu) secara gotong royong, yang sering disantap bersama tape ketan hitam, melambangkan keakraban.
Manjalang Mintuo: Tradisi istri mengunjungi rumah mertua dan keluarga suami seminggu sebelum lebaran untuk mempererat silaturahmi.
Manambang: Tradisi anak-anak berombongan berkeliling ke rumah tetangga untuk bersilaturahmi dan mendapatkan uang THR.Anak-anak di Minang tak ketinggalan menyemarakkan suasana Lebaran. ‘Manambang’ hanya ada pada Idulfitri. Jumlah anak dalam rombongan tersebut bervariasi. Namun biasanya ada yang terdiri dari lima hingga delapan orang. Semua anak sebelumnya sudah janjian untuk pergi bersama berkeliling.
Bakajang: Tradisi khas di Nagari Gunuang Malintang, Lima Puluh Kota, dengan menghias perahu, biasanya dimulai hari ke-4 Syawal.
Takbiran dan Rakik-rakik: Malam takbiran dimeriahkan dengan arak-arakan obor dan di Danau Maninjau terdapat tradisi rakik-rakik(hiasan bambu di danau).
Makan Bajamba: Makan bersama dengan adat khusus, sering dilakukan setelah Salat Idulfitri.
Tradisi-tradisi ini tidak hanya sekadar perayaan, tetapi juga sarana untuk merawat silaturahmi dan melestarikan budaya. Tradisi yang hanya berlangsung setiap setahun sekali itu melatih
anak-anak bersosialisasi denga orang lain, khususnya tetangga-tetangga mereka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....