TEDxUniversitas Andalas 2026 Hadirkan “The Unwritten Atlas”
- 18 Feb 2026 14:39 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - TEDxUniversitas Andalas (Unand) sukses menyelenggarakan main event bertajuk “The Unwritten Atlas: Draw The New Line” pada Minggu, 15 Februari 2026 di Convention Hall Unand. Acara ini menjadi ruang pertemuan gagasan, pengalaman, dan refleksi dari para speaker serta student speaker yang membagikan perspektif tentang bagaimana menghadapi ketidakpastian dan menggambar ulang arah masa depan.
Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan peserta yang dikenal sebagai Xnovators, yakni individu yang antusias terhadap TEDx dan memiliki semangat belajar serta berinovasi. Para peserta tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga menjadi bagian dari komunitas global yang terbuka, dinamis, dan berpikiran maju.
Sebagai acara puncak TEDxUnand 2026, kegiatan ini bertujuan untuk menginspirasi dan memberdayakan generasi muda, khususnya para Xnovators, agar berani mengeksplorasi perjalanan hidupnya, menemukan keberanian di tengah tantangan, serta membentuk jalur baru di dunia yang terus berubah. TEDxUnand juga menjadi wadah perayaan ide-ide brilian, inovasi, serta kekayaan budaya Sumatera Barat dengan menghadirkan pemimpin gagasan, inovator, dan pemikir kreatif untuk memantik percakapan bermakna dan mendorong terciptanya perubahan positif di masyarakat.
Tahun ini, TED Talks menghadirkan berbagai pembicara inspiratif, di antaranya Doni Satria (Founder StartupKito), Aisha Rizqy Paramitha (Education Content & Co-Founder Madani Scholars), Maria Isabella (Social Innovation Activist Entrepreneur), Dina Aprianti (Awardee LPDP University of Bristol & Co-Founder XP Academy), Sitti Rizki Mulyani, S.Pd., M.M. (Womenpreneur & Ketua Yayasan UPI YPTK), Hafiz Rahman, SE, MSBS, PhD (Assistant Professor in Entrepreneurship FEB Universitas Andalas), Agis Murholis (Director of MFoundation & Human Capital Consultant), serta Muhammad Athaya sebagai Student Speaker.
Melalui rangkaian talk yang saling terhubung, para speaker mengajak audiens memahami bahwa membangun masa depan tidak hanya soal ambisi, tetapi juga nilai dan tanggung jawab. Dari pembahasan tentang kebijaksanaan masa lalu sebagai kompas moral entrepreneur, pergeseran dari sekadar “aid” menuju “impact”, denyut startup daerah, kita diajak memahami bahwa membangun “empire” bukan soal privilege, melainkan soal tanggung jawab, ketekunan, dan luka-luka yang jarang diceritakan., hingga refleksi tentang feodalisme pendidikan dan makna harato pusako sebagai identitas budaya, seluruh materi menyatu dalam satu pesan kuat, di tengah dunia yang terus berubah, keberanian bukan berarti selalu yakin, tetapi tetap melangkah dan menciptakan jalur sendiri.
Salah satu speaker, Agis Murholis, menyampaikan, “Civilization is built by people who choose to be aware, care, grow and take real action.” Ia menegaskan bahwa peradaban dibangun oleh individu yang sadar terhadap perubahan, peduli terhadap dampak yang diciptakan, terus bertumbuh, dan berani mengambil tindakan nyata. Pesan ini menjadi pengingat bahwa masa depan tidak dibentuk oleh mereka yang menunggu arah, melainkan oleh mereka yang menciptakan arah tersebut.
Tidak hanya menghadirkan sesi berbagi inspiratif, acara ini juga dirancang secara interaktif dengan melibatkan partisipasi aktif peserta, sehingga mereka tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga turut merefleksikan dan mengeksplorasi gagasan yang disampaikan. Penampilan monolog yang menggugah emosi serta orchestra yang megah turut melengkapi pengalaman acara, menghadirkan suasana yang tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga menyentuh sisi emosional audiens.
Melalui terselenggaranya “The Unwritten Atlas: Draw The New Line”, TEDxUnand berharap dapat terus menjadi ruang lahirnya ide-ide baru dan keberanian baru, serta menginspirasi generasi muda untuk berani menggambar garis masa depannya sendiri dan menciptakan perubahan positif bagi masyarakat. (by Salsabila Afifah Umar)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....