Fenomena Hikikomori di Era Modern

  • 03 Sep 2025 17:55 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: Hikikomori adalah istilah dari Jepang yang menggambarkan kondisi seseorang yang memilih mengasingkan diri dari kehidupan sosial dalam waktu lama. Mereka lebih sering menutup diri seperti mengurung diri di kamar dan menjauh dari sekolah, pekerjaan, hingga keluarga.

Fenomena ini mulai mencuat di Jepang pada 1990-an ketika banyak anak muda memilih hidup dalam keterasingan. Seiring waktu, kasus serupa juga muncul di Eropa, Amerika, hingga negara-negara Asia lainnya.

Para hikikomori biasanya menghabiskan waktu dengan aktivitas soliter seperti bermain game, menonton film, membaca, atau berselancar di internet. Kamar menjadi zona aman yang melindungi mereka dari tekanan dunia luar yang terasa keras dan menakutkan.

Penyebabnya beragam, mulai dari tekanan akademik, perundungan di sekolah, hingga tuntutan kerja yang berlebihan. Masalah kesehatan mental seperti kecemasan sosial dan depresi juga sering memperkuat kondisi ini.

Pandemi COVID-19 membuat fenomena hikikomori semakin terlihat nyata di banyak negara. Kebiasaan isolasi dan interaksi digital memperkuat pola hidup tertutup yang sulit diubah.

Hikikomori bukan sekadar sifat pemalu atau malas, melainkan persoalan serius yang berdampak pada mental, sosial, bahkan ekonomi. Lingkaran ketakutan keluar rumah membuat proses pemulihan semakin sulit.

Upaya penanganan biasanya melibatkan terapi psikologis, dukungan keluarga, hingga program komunitas yang mendorong interaksi bertahap. Di Jepang, organisasi khusus bahkan mendatangi rumah untuk membantu para hikikomori menemukan kembali kepercayaan diri.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Dukungan dari lingkungan sekitar bisa menjadi kunci untuk membuka jalan keluar dari keterasingan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....