Ada Dua Jenis Talempong di Minangkabau
- 30 Des 2024 15:25 WIB
- Padang
KBRN, Padang : Talempong merupakan alat musik tradisional Minangkabau yang cara memainkanya dengan dipukul memakai tongkat kayu. Talempong dibuat dari campuran tembaga, timah putih, dan besi putih dan dibentuk seperti gong tapi berukuran kecil dengan memiliki tonjolan ditengah.
Alat musik ini banyak dipakai atau dimainkan pada berbagai upacara adat Minangkabau, seperti upacara pengangkatan penghulu, pesta perkawinan dan juga bisa untuk mengiringi tarian atau juga pentas seni randai. Talempong juga bisa digabungkan dengan alat musik minang yang lain, yaitu saluang, gandang, pupuik sarunai, dan akordeon.
Menurut catatan sejarah, talempong ditemukan pada akhir abad ke-13, saat Islam menyebar di Indonesia khususnya daerah Minangkabau. Daerah tersebut bernama Pariangan, yang saat ini berada di wilayah kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
Talempong dasarnya terbagi dua jenis, yaitu talempong pentatonis dan talempong diatonis. Talempong pentatonis adalah talempong yang hanya memiliki 5 nada dan biasanya digunakan sebagai talempong pacik (pegang), sementara talempong diatonis, merupakan talempong yang memiliki nada dasar 8 nada (1 oktaf) dan bisa dimodifikasi menjadi 2 oktaf atau lebih.
Dengan terdapatnya 2 jenis talempong, maka cara memainkannya pun juga ada dua yaitu :
1. Teknik tradisional (interlocking)
Teknik ini lebih banyak dipakai untuk memainkan talempong pacik yang memiliki 5 nada saja. Terdapat 3 orang yang memainkan talempong, dua orang memegang masing-masing dua talempong di tangannya dan satu orang lainnya hanya memegang satu talempong.
Cara memainkannya, dua orang yang memegang dua talempong akan memukulkan stik atau tongkat kecil ke talempong dengan saling sahut, dimana satu orang yang memegang satu talempong memberikan sisipan satu nada diantara nada 4 talempong yang sedang dimainkan.
Talempong pacik ini biasanya dimainkan pada acara-acara adat. Biasanya juga diiringi dengan alat musik lainnya untuk menambah dinamisasi irama pada musik yang dimainkan.
2. Teknik modern
Melalui perkembangan zaman, talempong pentatonis kemudian dikembangkan menjadi talempong diatonis yang memiliki nada dasar 1 oktaf sehingga bisa memainkan lebih banyak irama dan nada. Talempong diletakkan diatas tatakan yang alasnya dari karet dan ada satu orang yang memainkannya.
Saat ini, talempong diatonis selalu ada dua set yang digunakan, yang pertama berfungsi sebagai melodi nada, yang kedua berfungsi sebagai ritim nada dengan memainkan kunci nada seperti kunci C, G, atau F. Selain itu juga ada yang diiringi oleh alat musik lain bernama canang yang berfungsi sebagai pengisi nada kosong pada talempong serta ada yang menambahkan bass gitar serta akordeon.
Teknik modern talempong ini lebih banyak digunakan saat ini untuk mengisi selingan musik pada pesta resepsi pernikahan. Dan ditampilkan sebagai musik pengiring sebuah tari.
Sayangnya, saat ini peminat orang untuk memainkan talempong pacik mulai berkurang khususnya generasi muda. Tentu perlu usaha untuk tetap melestarikan permainan talempong pacik ini agar tidak hilang dari peradaban.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....