Nagari Ampiang Parak Terima Sertifikat Tsunami Ready UNESCO
- 30 Sep 2026 18:14 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Nagari Ampiang Parak, Kabupaten Pesisir Selatan, menerima Sertifikat Tsunami Ready UNESCO sebagai bentuk pengakuan atas kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah nagari menghadapi ancaman tsunami. Sertifikat tersebut diserahkan dalam Gladi Kesiapsiagaan Bencana Gempabumi dan Tsunami tingkat Provinsi Sumatera Barat 2026, Rabu, 30 September 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Josal Football Academy, Cubadak Air Utara, Kota Pariaman, itu dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi Ibrahim, Kalaksa BPBD Sumbar Armen, serta unsur pemerintah daerah dan pemangku kepentingan kebencanaan. Selain Nagari Ampiang Parak, Sertifikat Tsunami Ready UNESCO juga diberikan kepada Desa Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Pengakuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di wilayah yang memiliki potensi ancaman tsunami.
Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim mengatakan, diterimanya sertifikat tersebut menjadi capaian penting bagi Nagari Ampiang Parak. Namun, status Tsunami Ready bukan sekadar penghargaan, melainkan pengingat agar kesiapsiagaan masyarakat terus diperkuat. “Kesiapsiagaan harus menjadi budaya bersama. Masyarakat harus memahami risiko, mengetahui jalur evakuasi dan titik kumpul, serta mampu bergerak cepat ketika terjadi bencana,” ujarnya.
Risnaldi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam pemenuhan indikator Tsunami Ready di Nagari Ampiang Parak. Mulai dari pemerintah nagari, masyarakat, BPBD, pemerintah daerah hingga berbagai mitra kebencanaan.
Sementara itu, Gladi Kesiapsiagaan Bencana Gempabumi dan Tsunami 2026 digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui BPBD Sumbar untuk meningkatkan kapasitas, koordinasi, komunikasi, dan kesiapan seluruh unsur menghadapi bencana. Rangkaian gladi meliputi Table Top Exercise (TTX), Command Post Exercise (CPX), dan Field Training Exercise (FTX). Ketiga tahapan tersebut menguji mekanisme penanganan keadaan darurat, mulai dari koordinasi hingga respons langsung di lapangan.
Pemprov Sumbar menilai kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi dan tsunami harus dilakukan secara berkelanjutan. Hal itu mengingat Sumatera Barat termasuk wilayah yang memiliki potensi ancaman gempa bumi dan tsunami.
Dengan diterimanya Sertifikat Tsunami Ready UNESCO, Nagari Ampiang Parak diharapkan menjadi contoh dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana. Kesiapsiagaan di tingkat nagari diharapkan membuat masyarakat tidak hanya memahami risiko, tetapi juga mengetahui tindakan dan jalur penyelamatan ketika bencana terjadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....