Tari Mulo Pado Angkat Cerita Nenek Moyang Tanah Datar
- 30 Sep 2026 12:46 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Sanggar Mulo Pado dari Nagari Padang Magek, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar menampilkan Tari Mulo Pado pada malam kedua Saraso Fest 2026. Pertunjukan ini mengangkat cerita nenek moyang yang diwariskan melalui gerak tari dan alunan saluang klasik dan dendang.
Ketua Sanggar Mulo Pado , Syamsir Sutan Sumano mengatakan, Tari Mulo Pado bersumber dari cerita yang diwariskan masyarakat terdahulu. Cerita tersebut kemudian dituangkan menjadi gerakan tari untuk menghidupkan kembali kisah yang telah lama dikenal masyarakat.
“Ini cerita nenek moyang kita. Dari cerita itu kemudian dibuat semacam kesenian atau tari, yang disebut Tari Mulo Pado,” ujar Syamsir usai tampil di Saraso Fest 2026 pada Selasa malam, 29 September 2026.
Ia menjelaskan, salah satu bagian cerita yang menjadi dasar gerakan berkaitan dengan ungkapan “air bersentak turun, bumi sentak naik”. Rangkaian gerakan tersebut menggambarkan perjalanan dalam cerita hingga menuju Batu Senengan Jamba.
“Lauik basintak turun, bumi basintak naiak, jadilah Mulo Pado. Dalam gerakan tari ada hentakan kaki sebanyak lima kali, gerakan itu menggambarkan perjalanan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Syamsir, pertunjukan tersebut juga menggunakan lagu-lagu klasik sebagai bagian dari pengiring tari. Ia menyebut lagu yang digunakan merupakan lagu yang telah dikenal masyarakat terdahulu dan bukan lagu modern.
“Lagu yang kami gunakan adalah lagu-lagu lama, lagu orang-orang dahulu. Jadi bukan lagu yang canggih atau lagu modern,” katanya.
Sanggar Mulo Pado dari Nagari Parambahan, Kabupaten Tanah Datar, telah berdiri sekitar 10 tahun. Tari Mulo Pado ditampilkan bersama Saluang Klasik dan Dendang dari Tanah Datar dalam rangkaian Pekan Kebudayaan Daerah Sumatera Barat 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....