Dewas Porprov Sumbar Ingatkan Komitmen Daerah

  • 20 Sep 2026 07:00 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Dewan Pengawas Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat (Sumbar) mengingatkan, pemerintah kabupaten dan kota untuk menjaga komitmen terhadap jadwal pelaksanaan yang telah ditetapkan pada 2-14 Oktober 2026. Ketua Dewan Pengawas Porprov XVI Sumbar, Syahrial Bakhtiar mengatakan, penetapan jadwal tersebut bukan keputusan sepihak, melainkan telah melalui rangkaian pembahasan dan koordinasi antara Pemerintah Provinsi Sumbar dengan kepala daerah.

Hal itu disampaikan Syahrial didampingi anggota Badan Pengawas Liswendi Kamar, Neiko Rasaki dan Stevie Minora di Kantor KONI Sumbar, Kamis, 17 September 2026. Menurutnya, seluruh pihak perlu menjadikan jadwal yang telah disepakati sebagai pijakan dalam menuntaskan persiapan Porprov XVI.

“Yang terpenting sekarang bagaimana semua pihak menjaga komitmen bersama. Kalau ada kendala di daerah, tentu bisa dibicarakan melalui koordinasi agar ditemukan solusi terbaik,” ujar Syahrial.

Ia menjelaskan, perjalanan penetapan jadwal Porprov XVI telah berlangsung cukup panjang. Pada tahap awal, Porprov dirancang berlangsung pada Juni-Juli 2026 melalui pola tuan rumah bersama kabupaten dan kota di Sumbar.

Dalam perkembangannya, pemerintah provinsi bersama kepala daerah kembali membahas kesiapan pelaksanaan, termasuk kemampuan daerah dan kebutuhan penganggaran. Dari rangkaian pembahasan tersebut, jadwal kemudian bergeser menjadi Oktober dan dituangkan melalui SK Gubernur Sumbar Nomor 426-121-2026 tertanggal 23 Februari 2026.

“Artinya, prosesnya sudah melalui beberapa tahapan. Karena itu, sekarang yang perlu semua pihak lakukan adalah memperkuat koordinasi dan menyelesaikan berbagai persoalan yang masih ada,” katanya.

Syahrial menilai, kepastian jadwal juga berkaitan langsung dengan persiapan atlet. Program latihan, pemusatan latihan, kebutuhan kontingen, hingga berbagai persiapan teknis telah disusun masing-masing daerah dengan mengacu pada jadwal pertandingan Oktober.

Menurutnya, apabila jadwal kembali bergeser, konsekuensinya perlu dihitung secara menyeluruh. Mulai dari masa pemusatan latihan, uang saku, konsumsi, vitamin, akomodasi hingga penggunaan fasilitas latihan, termasuk kondisi fisik dan mental atlet.

“Kalau jadwal bergeser dari Oktober ke November, tentu konsekuensinya harus dihitung secara menyeluruh. Yang paling utama, jangan sampai persiapan dan hak atlet ikut terdampak,” ujar Syahrial.

Sementara itu, persiapan Porprov XVI Sumbar terus dilakukan Pemerintah Provinsi Sumbar. KONI Sumbar dan Panitia Besar Porprov, telah memulai penyiapan venue, kontingen, perangkat pertandingan hingga administrasi masing-masing cabang olahraga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....