Pegadaian Salurkan Bantuan Alsintan untuk 21 Hektare Lahan di Agam
- 07 Sep 2026 16:43 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - PT Pegadaian (Persero) Kanwil II Pekanbaru kembali menegaskan, peran aktifnya dalam memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional. Lewat program Pegadaian Peduli Pembangunan Berkelanjutan, Pegadaian secara konkret mendorong modernisasi pertanian berbasis komunitas dengan menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Kelompok Tani Rimbun di Jorong Pariak Putuih, Nagari Ampang Gadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil II Pekanbaru, Agus Riyadi, menegaskan, langkah tersebut adalah investasi strategis untuk kemandirian petani.
"Sektor pertanian adalah benteng utama ketahanan pangan nasional. Bantuan ini bukan sekadar aksesoris, melainkan alat tempur lapangan agar Kelompok Tani Rimbun makin produktif, efisien, dan mandiri. Pegadaian berkomitmen hadir langsung di tengah ekosistem pertanian untuk menjawab kebutuhan nyata para petani," tegas Agus, Senin, 7 September 2026.
Ia menambahkan, optimasi lahan seluas 21 hektare tersebut sangat selaras dengan agenda besar pemerintah dalam menggapai swasembada pangan. Mekanisasi skala kecil ini diproyeksikan langsung menekan biaya operasional, mempercepat masa tanam dan pemeliharaan, serta mendongkrak profitabilitas anggota kelompok tani.
Melalui Pegadaian Peduli Pembangunan Berkelanjutan, Pegadaian mempraktikkan keberlanjutan yang berdampak langsung (tangible impact). Perusahaan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis finansial, tetapi juga menanam investasi sosial yang memperkuat daya saing ekonomi lokal. Langkah ini menjadi bukti nyata konsistensi Pegadaian dalam membangun masyarakat Indonesia yang lebih berdaya, mandiri, dan sejahtera.
Adapun bantuan yang disalurkan mencakup 1 unit becak motor, mesin potong rumput, dan handsprayer elektrik untuk meningkatkan efisiensi dan presisi perawatan tanaman pangan.
Kelompok Tani Rimbun mengelola potensi ekonomi yang massif, mulai dari sektor hortikultura, peternakan, hingga 21 hektare lahan padi produktif. Intervensi dari Pegadaian ini hadir sebagai pemicu untuk menggeser pola kerja manual menuju efisiensi berbasis teknologi tepat guna.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....