Musinuruk Ka Simaeruk Angkat Budaya dan Pangan Mentawai
- 29 Agt 2026 02:03 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Festival Ka Pusagaikat 2026 yang digelar Komunitas Sinuruk Mattaoi Indonesia di Desa Maileppet, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, memasuki hari kelima, Jumat, 28 Agustus 2026. Festival yang mengangkat semangat “Ka Pusagaikat” atau Bersagu tersebut menghadirkan beragam kegiatan seni, budaya, pendidikan, kuliner, lokakarya, hingga pemutaran dan diskusi film.
Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan masyarakat, anak-anak, generasi muda, komunitas, seniman, serta berbagai pihak untuk merawat dan mengembangkan kekayaan budaya Mentawai. Ketua Komunitas Sinuruk Mattaoi Indonesia, Sarno Cependi Samalaippet mengatakan, festival tersebut tidak hanya menjadi ajang pertunjukan budaya, tetapi juga ruang untuk mempertemukan masyarakat dengan pengetahuan dan kearifan lokal Mentawai.
Menurutnya, semangat Ka Pusagaikat menjadi bagian penting dalam mengajak masyarakat kembali melihat sagu bukan sekadar sebagai bahan pangan. “Sagu juga memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan, kebudayaan, pengetahuan, serta identitas masyarakat Mentawai. Festival ini resmi dibuka pada Senin 24 Agustus oleh Camat Siberut Selatan, Hijon. Pembukaan turut dihadiri unsur pemerintah desa, sanggar seni, tokoh masyarakat, seniman, serta masyarakat setempat,” ujarnya.
Suasana pembukaan dimeriahkan penampilan tari kreasi Mentawai dan Turuk Laggai oleh anak-anak binaan Komunitas Sinuruk Mattaoi Indonesia bersama Sanggar Bubuakat Simalainge. Sementara itu, siswa SMAN 1 Siberut Selatan turut menampilkan musikalisasi puisi.
Pameran dalam festival tersebut menampilkan sejumlah karya dari perajin dan seniman lokal. Di antaranya karya Toyan Seppungan, alumni Seni Rupa Universitas Negeri Padang asal Desa Maileppet, Viktor, pengrajin rotan dari Desa Muntei, serta Mater, pengrajin kerajinan Mentawai dari Desa Muntei.
Rangkaian pembukaan juga diisi makan bersama dengan sajian pangan lokal berupa sagu dan ikan yang dimasak menggunakan bambu. Hidangan kemudian disajikan menggunakan lulak berukuran besar sebagai bagian dari semangat kebersamaan dalam Ka Pusagaikat.
Pada hari kedua, Selasa, 25 Agustus 2026 festival menghadirkan Lomba Mewarnai bertema Budaya Mentawai yang diikuti lebih dari 100 anak tingkat TK dan SD di Kecamatan Siberut Selatan. Kegiatan tersebut menjadi sarana kreatif bagi anak-anak untuk mengenal berbagai unsur budaya Mentawai sejak usia dini.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Workshop Membuat Gelang Letcu. Peserta diperkenalkan dengan proses pembuatan gelang tradisional Mentawai sekaligus pengetahuan mengenai keterampilan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Pada malam harinya, festival menghadirkan pemutaran dan diskusi film “Umat Simagerre” karya Paulus Sabaggalet. Kegiatan tersebut menjadi ruang apresiasi film sekaligus diskusi mengenai kehidupan dan masyarakat Mentawai.
Memasuki hari ketiga, Rabu, 26 Agustus 2026 kegiatan diawali Lomba Memasak Sagu Inovatif. Para peserta menunjukkan kreativitas dalam mengolah sagu menjadi berbagai sajian makanan yang memiliki nilai budaya dan potensi ekonomi.
Pada hari yang sama, festival juga menghadirkan kegiatan pembuatan Tato Mentawai atau Titi. Tradisi tersebut merupakan salah satu warisan budaya Mentawai yang memiliki nilai sejarah sekaligus menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat.
Hari ketiga kemudian ditutup dengan pemutaran film pada malam hari. Film menjadi salah satu media yang digunakan festival untuk menghadirkan ruang apresiasi, pembelajaran, dan refleksi bagi masyarakat.
Pada Kamis, 27 Agustus 2026 rangkaian kegiatan memasuki hari keempat dengan Lomba Memasak Sagu Tradisional yang mengangkat menu Sagai Sibogjak. Peserta menampilkan kemampuan mengolah makanan tradisional berbahan dasar sagu.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya memperkenalkan kembali pengetahuan pangan tradisional Mentawai kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Selain menjaga tradisi, pengolahan sagu juga dapat membuka ruang kreativitas dan pengembangan pangan lokal.
Pada siang hari, peserta mengikuti Workshop Membuat Tato Mentawai (Titi). Workshop memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal bentuk, proses, serta nilai yang terkandung dalam tradisi tato Mentawai.
Malam harinya, festival menghadirkan Lomba Teater Cerita Asal Usul Sagu. Peserta mengangkat cerita dan pengetahuan mengenai asal usul sagu melalui seni pertunjukan yang kreatif dan edukatif.
Rangkaian hari keempat ditutup dengan pemutaran dan diskusi film “After the Trees” karya Dhika Rizki. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati karya film sekaligus bertukar pandangan mengenai gagasan yang dihadirkan.
Memasuki hari kelima, Jumat, 28 Agustus, festival menghadirkan Talkshow Ekonomi Kreatif dengan tema “Kreativitas Berakar dari Kearifan Lokal Mentawai”. Talkshow tersebut menghadirkan Wakil Direktur Media Komunikasi Indonesian Creative Cities Network (ICCN) Yulviadi Adek sebagai keynote speaker dan Anjelo Kalil dari Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Mentawai sebagai narasumber.
Sarno Cependi Samalaippet mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka wawasan pelajar, pelaku kreatif, komunitas, UMKM, dan masyarakat mengenai potensi ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. “Melalui festival ini, kami ingin kebudayaan Mentawai tidak hanya dikenang, tetapi terus dipelajari, dipraktikkan, dan dikembangkan oleh generasi muda,” ujarnya.
Pada malam harinya, rangkaian festival dilanjutkan dengan Lomba Turuk Laggai. Perlombaan tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk menampilkan kemampuan, kreativitas, serta penghayatan terhadap salah satu seni pertunjukan tradisional Mentawai.
Sarno berharap Musinuruk Ka Simaeruk dapat terus menjadi ruang bersama untuk merawat pengetahuan lokal, menghidupkan kembali semangat terhadap pangan lokal, dan memperkuat keterlibatan generasi muda. “Ka Pusagaikat bukan hanya tentang sagu sebagai makanan, tetapi tentang kebersamaan dan bagaimana kita kembali mengenal akar kehidupan serta identitas masyarakat Mentawai,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....