SIPF 2026 di Padang Panjang Angkat Keberagaman Identitas lewat Fotografi

  • 28 Agt 2026 03:22 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang kembali memperkuat perannya sebagai ruang pertemuan seni lintas negara melalui Swarnadwipa International Photo Festival (SIPF) 2026. Festival fotografi internasional yang mengangkat tema “Threads of Identity” tersebut resmi dibuka Rektor ISI Padang Panjang Dr. Febri Yulika di Gedung Hoerodjah Adam, Rabu, 26 Agustus 2026.

Festival yang digelar Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Padang Panjang tersebut berlangsung hingga 28 Agustus 2026. Pembukaan dihadiri unsur Forkopimda, Kejaksaan Negeri Padang Panjang, perwakilan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, sivitas akademika, seniman lintas negara, serta masyarakat.

Rektor ISI Padang Panjang Febri Yulika mengatakan, SIPF 2026 merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi seni dalam menyediakan ruang bagi kreativitas, apresiasi, dan pertukaran gagasan di bidang fotografi. Menurutnya, festival tersebut tidak hanya menjadi ajang memamerkan karya, tetapi juga mempertemukan fotografer, seniman, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat.

Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk berbagi perspektif sekaligus memaknai berbagai persoalan kehidupan melalui bahasa visual. Fotografi dinilai memiliki kekuatan untuk merekam sekaligus menyampaikan kekayaan budaya dan karakter suatu daerah.

“SIPF diharapkan mampu menjadi wadah yang memperkenalkan kekayaan budaya dan karakter Sumatera Barat melalui karya fotografi. Keindahan alam, kehidupan sosial, tradisi, budaya, serta dinamika masyarakat dapat menjadi sumber inspirasi yang memiliki nilai artistik sekaligus dokumenter,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis yang diwakili Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Rini Salmirawati mengapresiasi penyelenggaraan SIPF 2026. Menurutnya, festival tersebut tidak hanya menjadi ruang pertemuan fotografer dan seniman dari berbagai negara, tetapi juga berpotensi memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis budaya.

“Kami bangga Kota Padang Panjang, melalui keberadaan ISI mampu secara konsisten menjadi episentrum gerakan seni visual di tingkat internasional. Tema Threads of Identity sangat relevan dengan komitmen kita dalam merajut keberagaman budaya, melestarikan memori kolektif bangsa, serta mempromosikan kearifan lokal Minangkabau ke panggung global melalui lensa fotografi,” katanya.

Pemerintah Kota Padang Panjang berharap penyelenggaraan festival yang digelar secara berkala tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dari sisi edukasi maupun ekonomi. Kehadiran seniman, akademisi, dan peserta dari berbagai daerah serta negara diharapkan turut menggerakkan UMKM, perhotelan, dan sektor pariwisata.

Selain pameran, SIPF 2026 menghadirkan sejumlah kegiatan seperti seminar, workshop, dan kompetisi fotografi on the spot. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk memperluas wawasan dan menyerap pengetahuan dari para praktisi fotografi.

SIPF 2026 juga menjadi wadah memperluas jejaring serta membangun kolaborasi antara fotografer dan pelaku seni dari berbagai latar belakang. Pertukaran gagasan yang berlangsung diharapkan melahirkan perspektif baru bagi perkembangan seni fotografi sekaligus memperkuat posisi Padang Panjang sebagai salah satu ruang tumbuhnya kreativitas seni.

Melalui Swarnadwipa International Photo Festival 2026, FSRD ISI Padang Panjang kembali menunjukkan perannya dalam pengembangan seni dan kreativitas di tingkat nasional maupun internasional. Festival tersebut sekaligus membuka ruang bagi karya fotografi untuk merekam, menafsirkan, dan menyuarakan keberagaman wajah kehidupan melalui kekuatan visual.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....