Agam Susun RAD SDGs, Dorong Pembangunan Inklusif dan Berkelanjutan
- 28 Agt 2026 05:15 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kabupaten Agam mulai menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) periode 2026–2029. Penyusunan diawali melalui Kick Off RAD TPB/SDGs yang digelar di Aula Bappeda Agam, Kamis, 27 Agustus 2026.
Kegiatan mengusung tema “Mengarustamakan GEDSI dalam Pembangunan Berkelanjutan”. Agenda tersebut menjadi langkah awal pemerintah daerah dalam menyusun arah pembangunan yang inklusif, terukur, dan berkelanjutan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan seluruh masyarakat.
Asisten Manajer Pilar Pembangunan Ekonomi Sekretariat Nasional SDGs Indonesia, Wijianto Airlangga, mengatakan RAD TPB/SDGs harus menjadi dokumen yang benar-benar digunakan sebagai instrumen pembangunan. Menurutnya, keberhasilan penyusunan RAD tidak ditentukan oleh ketebalan dokumen, tetapi implementasi dan dampaknya bagi masyarakat.
“Dokumen yang bagus bukan dokumen yang tebal, tetapi dokumen yang dipakai, dilaksanakan, dipantau. Sekaligus, menghasilkan perubahan nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Agam Mhd. Lutfi AR saat membacakan sambutan Bupati Agam menyampaikan, penyusunan RAD SDGs harus memperkuat arah pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMD Agam 2025–2029. Arah tersebut sejalan dengan visi daerah, yakni “Agam Madani yang Maju, Adil dan Sejahtera.”
“Bagi kami, kata maju, adil dan sejahtera bukan sekadar rangkaian kata dalam dokumen perencanaan. Ketiganya harus diterjemahkan menjadi pembangunan yang nyata dan dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Menurut Lutfi, sejumlah program pemerintah daerah telah memiliki keterkaitan dengan target pembangunan berkelanjutan. Program tersebut antara lain Sawah Pokok Murah (SPM), pendidikan, kesehatan, penurunan stunting, penguatan UMKM dan ekonomi kreatif, pertanian, pariwisata, penciptaan lapangan kerja, rehabilitasi pascabencana, hingga pelestarian lingkungan.
Melalui penyusunan RAD, setiap program pembangunan akan dipetakan berdasarkan kontribusinya terhadap target dan indikator SDGs. Dengan demikian, SDGs tidak menjadi agenda yang berdiri sendiri, tetapi menjadi kerangka penguat dalam pelaksanaan RPJMD Kabupaten Agam.
“Kami berharap kolaborasi dan pendampingan ini tidak berhenti pada tahap penyusunan dokumen. Kita berharap ada proses penguatan kapasitas, pengembangan data, pengukuran indikator, inovasi program, penguatan pembiayaan, hingga monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan,” ujar Lutfi.
Penyusunan RAD TPB/SDGs 2026–2029 melibatkan berbagai unsur pembangunan, mulai dari pemerintah, pemerintah provinsi, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, organisasi sosial, komunitas, hingga media. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mewujudkan pembangunan Kabupaten Agam yang inklusif, setara, berkelanjutan, tangguh, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....